Purwokerto | mediasinarpagigroup.com – Akibat situasi dan kondisi, politik, ekonomi, budaya dan keamanan nasional yang tidak stabil, termasuk persaingan bisnis yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif dan gejolak sosial ditengah masyarakat, sebagaimana yang terjadi belum lama ini dikota Purwokerto, Jawa-Tengah sebuah pasar raya yang telah berjaya selama belasan tahun hingga seperempat abad mendominasi usaha bisnisnya bisa mengalami kolaps tak mampu mempertahankan eksistensinya dan terpaksa harus tutup total dan memutuskan hubungan kerja alias mem-PHK dari perusahaannya, memberhentikan/mengeluarkan ribuan para personel pegawai/karyawannya.
PHK memang merupakan sebuah momok yang paling menakutkan bagi para pekerja, pegawai atau karyawan suatu perusahaan swasta. Karena dampak PHK akan sangat mempengaruhi kehidupan keluarga, khususnya terguncangnya kendil ekonomi sebuah rumah tangga, dan akibat yang paling fatal adalah hancurnya kehidupan/pondasi rumah tangga yang telah dibangun bersama-sama suami dan istri.
Menghadapi problema yang tidak diinginkan oleh keluarga manapun, para istri harus bisa sabar dan tabah menerima keadaan yang mungkin merupakan cobaan/ujian dari Tuhan, untuk tidak berputus-asa, tapi harus bisa memberi semangat kepada suaminya untuk terus melakukan ikhtiar dan upaya untuk bisa mencari pekerjaan diperusahaan/tempat lainnya. Bila sampai istri tidak sabar karena suaminya belum dapat pekerjaan dan kelewat lama menganggur, sehingga sampai minta cerai dan pulang kembali kepada orang tuanya, keadaan itu akan mempengaruhi pertumbuhan/perkembangan mental, sikap, sifat dan perilaku putra-putrinya menjadi tidak baik.
Bagi para suami, kehilangan pekerjaan yang merupakan tumpuan bagi kelangsungan hidup rumah tangganya akan sangat mempengaruhi hubungan internal/personel keluarga serta merupakan penyebab memuncaknya konflik yang terjadi. Akibatnya keluarga menjadi frustasi karena pertengkaran yang sering terjadi, dan tak jarang anak-anak menjadi sasaran emosionalnya, karena pada umumnya korban PHK perasaan emosionalnya menjadi bertambah peka dan mudah tersinggung.
Menurut ahli sosiologi, para korban PHK kalau kelewat lama menganggur biasanya kondisi kesehatannya jadi menurun, sering sakit dan mengeluh, lekas merasa lelah dalam melakukan berbagai aktifitas.
Menghadapi kehidupan dalam hubungan internal rumah tangga yang semakin tak harmonis, seorang psikiater menyarankan, agar para anggota keluarga yang sedang mengalami musibah PHK itu tetap dapat menjaga keseimbangan hubungan dalam rumah tangganya. Istri tidak menyudutkan posisi yang sedang terkena musibah PHK sampai mengganggu kondisi kesehatannya kian memburuk. Justru istri berkewajiban untu membesarkan hatinya, memberi semangat hidup dan optimis dengan memberikan dorongan mencari jalan keluar, yaitu agar tetap berusaha mencari yang lain.
Sebelum memperoleh pekerjaan yang baru, seyogyanya tidak perlu tenggelam dalam kemurungan dan kesedihan yang mendalam, tapi pergunakan waktu yang masih kosong dan menjemukan itu dengan melakukan aktifitas yang bermanfaat bagi dirinya sesuai dengan bidang kemampuan/potensi yang dimiliki, syukur bisa menghasilkan uang untuk bisa menyambung kebutuhan pokok harian bagi keluarga/rumah tangganya.
Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan segalanya, tetaplah percaya pada kemampuan/potensi diri sebagai orang yang telah memiliki pengalaman bekerja, pengetahuan dan wawasan yang luas, bahwa masalah PHK adalah masalah sosial nasional sebagai konsekuensi logis yang dapat terjadi pada setiap pekerja swasta, sehingga tak akan ada orang yang akan memojokan posisi dirinya ditengah pergaulan masyarakat ataupun hubungan sosial lainnya.
Percayalah pada kekuasaan Tuhan yang maha pengasih dan penyayang kepada setiap ummatnya, bahwa kesulitan yang sedang dialami bukan merupakan bencana atau hukuman, tapi suatu proses perubahan nasib yang wajar dialami setiap manusia dan siapa tahu akan mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Jadi tetaplah bergaul dengan orang-orang yang dikenal disekitarnya serta masyarakat luas lainnya, selalu berdoa serta bermohon kepada Tuhan YME. Semoga. (Purwokerto, 20 mei 2026 / Dari berbagai sumber refrensi).




