Subang | mediasinarpagigroup.com – Organisasi Masyarakat Kujang Padjajaran Nusantara melontarkan kritik keras terhadap pola kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Subang yang dinilai semakin menjauh dari masyarakat dan terkesan menutup ruang aspirasi publik.
Ketua Umum Kujang Padjadjaran Yogaswara Firdaus S.Pd menegaskan, pembatasan terhadap aksi unjuk rasa yang tidak diperkenankan mendekat ke lingkungan kantor bupati menjadi sinyal kuat adanya penyempitan ruang demokrasi di daerah.
“Kami menilai ada kemunduran dalam hal keterbukaan. Dulu masyarakat masih bisa menyampaikan aspirasi lebih dekat, bahkan langsung di area kantor bupati. Sekarang justru dibatasi jauh di luar, seolah-olah suara rakyat harus dijauhkan dari pusat kekuasaan,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi bahwa pemerintah daerah saat ini tidak siap menerima kritik dan cenderung menghindari dialog langsung dengan masyarakat.
“Kalau ruang kritik dipersempit, wajar jika publik bertanya: ada apa dengan kepemimpinan hari ini? Pemerintah seharusnya hadir dan mendengar, bukan justru membuat jarak,” lanjutnya.
Ketua umum Kujang Padjajaran juga mengingatkan bahwa aksi penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak yang dijamin dalam sistem demokrasi, sehingga tidak sepatutnya dibatasi secara berlebihan.
“Jangan sampai ada kesan bahwa pemerintah alergi terhadap kritik. Padahal kritik itu bagian dari kontrol sosial yang justru membantu jalannya pemerintahan agar tetap berada di jalur yang benar,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa sikap tertutup hanya akan memperlebar jurang antara pemerintah dan masyarakat.
“Kalau komunikasi dibangun dengan tembok dan jarak, maka yang tumbuh bukan kepercayaan, melainkan kekecewaan publik,” sindirnya.
Sebagai organisasi sosial kontrol, Kujang Padjajaran menyatakan akan terus mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan suara masyarakat tidak dibungkam.
“Kami tidak akan berhenti menyuarakan kepentingan rakyat. Pemerintah harus ingat, jabatan itu amanah, dan rakyat berhak didengar,” pungkasnya.(Dores/Tim)




