Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Keunikan Dan Filosofi Semar Sang Pemomong : JANGAN MERASA PALING PERKASA, PALING BERJASA DAN PALING BERKUASA

media sinar pagi group by media sinar pagi group
Mei 10, 2026
in Peristiwa
0
Keunikan Dan Filosofi Semar Sang Pemomong : JANGAN MERASA PALING PERKASA, PALING BERJASA DAN PALING BERKUASA
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Filosofi sebagai pedoman hidup manusia selalu terkait dengan moral agama atau wejangan-wejangan normatif., Kita prihatin bahwa dinegeri ini sering terjadi perbuatan amoral ataupun asusila seperti yang baru-baru ini terjadi dikota Pati, sehingga menyebabkan pencemaran dan keterpurukan diberbagai bidang.

Menyikapi situasi dan kondisi negeri kita yang terdiri dari ribuan pulau mencapai 17.500 pulau, dengan jumlah penduduk mencapai 240 juta jiwa, terdiri dari 300 suku bangsa dan 700 bahasa daerah serta 5 agama resmi yang diakui pemerintah (Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu) dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika dan dasar negara Pancasila, selalu diliputi oleh carut marut persoalan yang tidak pernah ada putus-putusnya.

RELATED POSTS

Dirbinmas Polda Jateng Tinjau Satkamling Terbaik Tingkat Polda di Purbalingga

Pemkab Taput Harapkan Dukungan Sosialisasi Regulasi dalam Mengelola Lahan MHA

Menurut salah seorang pemerhati masalah lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan berinitial HM yang tinggal dikota Purwokerto, Jawa Tengah, mengungkapkan pendapatnya dengan filosofi dari salah satu tokoh jagad pewayangan yang paling populer dan dikenal sebagai sang pemomong para ksatria yang selalu menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.

Tokoh yang sangat dikenal dan dikagumi oleh para penggemar wayang ini adalah “Semar”, tokoh pewayangan yang “ikonis penuh filosofi”, dilahirkan oleh Pujangga Zaman kerajaan Majapagit, dalam lakon pewayangan “Sudamala” figur Semar terukir dengan indah di Candi Sukuh Jawa Tengah tahun 1439 dan sekarang tersebar dari Sunda, Cirebon, Surakarta, Yogyakarta, Banyumas, Jawa Timur dan Bali, dalam berbagai versi pewayangan.

Diperoleh keterangan, didalam diri Semar terdapat berbagai keunika yang menggambarkan bahwa dia adalah dewa yang menjelma menjadi manusia dan mempunyai sikap dari seseorang yang telah mencapai sejatining urip yaitu manunggaling kawula gusti, sikap sang pemomong ini andap asor, lemah lembut, eling/ingat dan waspada, serta memiliki ketajaman, batin dan senantiasa menjaga keselarasan hidup manusia.

Keunikan tokoh senior wayang setengah dewa ini diantaranya, pertama memiliki keunikan status, Semar yang sebenarnya adalah Sang Hyang Ismaya, putra dari Sang Hyang Tunggal yang menjelma sebagai manusia menjadi pemomong para ksatria keturunan Batara Brahma dan Batara Wisnu, sebagai dayang/dewa penjaga, sebaga Badranaya (badra nayaka) yang berarti utusan dewa turun ke mayapada.

Kedua, mempunyai keunikan bentuk tubuh, merupakan simbol perjalanan hidup manusia didunia yang penuh dengan antagonistik. Bentuk tubuh fisiknya yang bulat, simbol daripada bumi, orang tua yang berjambul/kuncung anak-anak simbol dari antagonis lahir-mati, tua-muda, bawah-atas, besar-kecil, baik-buruk, berhasil-gagal, dan sebagainya, tersenyum tapi seperti menangis, sifat ambigu orang jawa untuk memelihara keselaeasan bermasyarakat, laki-laki berbuah dada wanita sebagai simbol kesetaraan jender, tidak berdiri dan tidak jongkok sebagai simbol manunggaling kawula gusti.

Ketiga, membawa jimat/pusaka manik astagina yang disimpan pada jambul/kuncungnya yang menandakan Semar adalah dewa yang hidup dialam Adi Kodrati sehingga dapat mengimbangi hukum alam, tidak pernah merasa kepanasan, kedinginan, lelah, lapar, sakit, sedih, ngantuk dan asmara.                    Empat, memiliki kentut yang sakti sebagai simbol dari golongan masyarakat yang terpinggir/hina dina yang dianggap sampah,didalam menyuarakan haknya selalu diabaikan/dilupakan.

Kelima, memiliki suara mbregegeg yaitu mbregegeg ugeg-ugeg, bmel-bmel sadulit langgeng, artinya hidup harus bekerja cerdas, tuntas, ikhlas, disertai pengendalian diri dari nafsu serakah.

Sedangkan 10 filosofi Semar, tokoh wayang jelmaan dewa ini yaitu pertama, hidup harus dapat memberi arti/bermanfaat bagi orang lain/banyak orang. Kedua, dapat membangun keselarasan/beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yang tertib.

Ketiga, tidak takabur, sombong dan serakah/angkara, yang pasti kalah oleh keluhura budi. Keempat, memiliki kekuatan batin untuk melawan hawa nafsu/angkara murka. Kelima, tidak kecewa saat menerima cobaan hidup dan tidak sedih jika menerima musibah. Keenam, selalu waspada dan beradaptasi dengan keadaan. Ketujuh,  tidak haus akan kekuasaan, jabatan dan kemewahan dunia. Kedelapan, jangan merasa pandai karena bisa lalai, jangan mendusta karena bisa celaka. Kesembilan, jangan mudah tergiur oleh janji palsu dan patah semangat. Kesepuluh, jangan merasa paling berguna dan paling perkasa dan paling berkuasa.

Pada intinya, manusia identik wayang, segala peran, perilaku dan semua yang terjadi merupakan skenario kehendak Tuhan YME. Sebagai penutup artikel ringan tentang  filosofi Semar sang pemomong para ksatria penegak kebenaran dan keadilan itu berpesan, agar para pemimpin dijagad raya ini  jangan merasa paling perkasa, paling berjasa dan paling berkuasa, tapi teruslah berkarya  membangun negeri bersama para ksatria penegak kebenaran dan keadilan untuk mencapai cita-cita yang luhur dan mulia, rakyat sehat dan cerdas, negara kuat, berkelas dan berkualitas.(Purwokerto, 10 mei 2026, Widoyo Satmoko).

 

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Dirbinmas Polda Jateng Tinjau Satkamling Terbaik Tingkat Polda di Purbalingga

Dirbinmas Polda Jateng Tinjau Satkamling Terbaik Tingkat Polda di Purbalingga

Mei 10, 2026
Pemkab Taput Harapkan Dukungan Sosialisasi Regulasi dalam Mengelola Lahan MHA

Pemkab Taput Harapkan Dukungan Sosialisasi Regulasi dalam Mengelola Lahan MHA

Mei 10, 2026
Krisis Keuangan Daerah Pemkab Rohil, Diperparah Dengan Kinerja BAPENDA Rokan Hilir Yang Diduga Kuat Tak Mampu Bekerja

Krisis Keuangan Daerah Pemkab Rohil, Diperparah Dengan Kinerja BAPENDA Rokan Hilir Yang Diduga Kuat Tak Mampu Bekerja

Mei 10, 2026
Eko Gagak Angkat Bicara: Fasad Eks Toko Nam Adalah Replika Pemkot Surabaya akan Pasang Tetenger atau Plakat Informasi

Eko Gagak Angkat Bicara: Fasad Eks Toko Nam Adalah Replika Pemkot Surabaya akan Pasang Tetenger atau Plakat Informasi

Mei 10, 2026

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.