Simalungun | mediasinarpagigroup.com – Suasana khidmat namun penuh semangat menyelimuti Gedung MUI Simalungun, Kecamatan Siantar, Sumatera Utara, Sabtu (2/5/2026). Di gedung ini Al Jam’iyahtul Washliyah Kabupaten Simalungun menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke XII Tahun 2026.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, beserta jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, dan ulama. Musda kali ini mengusung tema yang sangat mendalam, yaitu “Mengukuhkan Konsolidasi, Meningkatkan Kepedulian, dan Merawat Integritas Kader Al Washliyah”.
Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan penegasan komitmen kuat untuk menjaga sinergi harmonis antara ulama dan umara dalam membangun daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa Al Washliyah telah lama menjadi pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran organisasi ini dirasakan sangat nyata dalam bidang dakwah, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan.
Berdirinya berbagai lembaga pendidikan seperti madrasah dan pesantren, serta panti asuhan yang dikelola oleh Al Washliyah, telah berhasil mencetak generasi muda yang tidak hanya berilmu tinggi, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan ormas Islam yang mengakar kuat seperti Al Washliyah. Atas nama Pemerintah Kabupaten Simalungun, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini,” ujar Bupati.
Lebih jauh, Bupati menyoroti peran krusial organisasi ini sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Al Washliyah dinilai sangat efektif dalam membantu pembangunan karakter, khususnya dalam pembinaan generasi muda dan penguatan nilai-nilai religius di tengah masyarakat yang mulai diuji oleh arus modernisasi.
Musda ini juga menjadi momen refleksi bagi seluruh kader untuk kembali mengingat hakikat berdirinya organisasi. Al Jam’iyatul Washliyah didirikan dengan tujuan mulia untuk memajukan dan menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Visi dan misinya pun jelas, yaitu menjadikan organisasi yang berkualitas dan produktif hingga ke seluruh penjuru negeri, guna mewujudkan keseimbangan hubungan vertikal dan horizontal (Hablum Minallah wa Hablum Minannas), serta menciptakan negeri yang aman, makmur, dan diberkahi (Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur).
“Siapapun yang nantinya terpilih menjadi pemimpin, diharapkan dapat membawa perubahan dan perjuangan yang lebih baik dari masa sebelumnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara, Sairul Amri Saragih, dalam laporannya menyebutkan bahwa Musda kali ini diikuti oleh sekitar 250 kader yang terdiri dari pengurus organ daerah. Kehadiran mereka membuktikan soliditas dan kekompakan barisan Al Washliyah di Kabupaten Simalungun.
Turut hadir memberikan dukungan antara lain Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara, Anggota DPRD Sumatera Utara Gusmiyadi, Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, serta Ketua MUI Kabupaten Simalungun, Ki Drajat Purba. Kehadiran para tokoh ini semakin memperkuat posisi Al Washliyah sebagai organisasi yang dihormati dan dipercaya dalam memajukan kehidupan umat dan bangsa.(Cekwan)




