Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Eforia menjelang perayaan lebaran Iedul Fitri dengan berbagai pernik-perniknya yang merupakan aktifitas rutin setiap tahun pasti banyak hal menarik yang terjadi sejak memasuki bulan puasa romadhon/bahkan jauh sebelumnya untuk mempersiapkan momen nasional bahkan internasional, karena dirayakan oleh ummat muslim yang beragama Islam diseluruh penjuru dunia dan tersebar diberbagai negara, termasuk Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan agenda pokok untuk melaksanakan salah satu rukun Islam, yaitu berpuasa penuh dibulan suci romadhon, yang intinya mensucikan diri baik jasmani dan rochaninya agar bisa kembali kepada fitroh kesuciannya setelah melalui proses berpuasa, menahan lapar dan haus serta bersabar, menghadapi berbagai cobaan atau kendala dan hawa nafsu lainnya yang dapat membatalkan puasanya setiap hari sejak fajar subuh hingga terbenamnya matahari dan tiba saatnya waktu maghrib yang ditandai dengan terdengarnya suara adhan yang bersahutan dari masjid-masjid yang tersebar diberbagai kota hingga peloksok pedesaan.
Pada sepuluh hari pertama.umat muslim.menjalani puasa romadhon atau sepertiga dari bulan puasa yang merupakan babak penyisihan bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah sholat berjamaah di masjid-masjid besar/kabupaten, kecamatan dan desa, barisan/shof jamaahnya semakin maju kedepan untuk memasuki babak final menjelang 10 hari terakhir, banyak yang.mundur alias gugur menjalani aktifitas ibadah sholat berjamaah di masjid, konsentrasi para jamaah ini mulai beralih kepasar, toko dan mall bagi orang yang mampu untuk membeli pakaian/baju, sepatu/sandal baru atau asessories perhiasan (bagi wanita/muslimah) atau bahkan datang ke show room – show room untuk mencari kendaraan bermotor roda-dua/empat. Tapi sebaliknya tidak sedikit masyarakat/orang-orang yang berpenghasilan rendah bahkan tidak punya penghasilan sama sekali merasakan kebingungan, pergi kekantor bank bukan untuk menabung tapi untuk berhutang uang, dan yang menyedihkan pergi kepasar loak, menjual/membeli barang-barang atau celana + baju serta sepatu second/ bekas yang pas harga jual/beli serta layak/pas dipakai. Ironis memang, banyak orang yang boros menghambur-hamburkan uang karena mudah mendapatkannya, tapi banyak pula orang yang serba kekurangan, jangankan berbelanja barang-barang mewah dan mahal harganya, untuk berbelanja sembako kebutuhan pokok pangan sehari-hari saja sudah kesulitan, termasuk menghadapi perayaan lebaran Idul Fitri yang sudah tinggal hitungan hari saja, hati mereka/orang-orang yang tergolong miskin ini hatinya benar-benar teriris alias menangis.
Hingga saat hari lebaran Idul Fitri tiba, 1 syawal 1447 H./21 Maret 2006 M. seluruh ummat muslim tua, muda, bapak-ibu dan anak-anak akan bersama-sama melaksanakan sholat Ied.secara berjamaah ditempat yang lapang, kemudian diakhiri dengan saling bersilaturahmi berjabat-tangan/bersalam-salaman, setelah sebelumnya mendengarkan khotbah Idul Fitri yang disampaikan oleh uztad/imam pada acara seremonial yang merupakan momen penting bagi peserta jamaah sholat Ied. termasuk bagi para pemudik yang mungkin telah lama/bertahun-tahun tidak kembali kekampung halamannya, bisa bertemu dengan sahabat, teman karib atau tetangga terdekat setelah pergi merantau bekerja/menuntut ilmu diluar kota/pulau atau bahkan sampai ke manca-negara, kemudian berkumpul dengan keluarga besar dirumahnya bersama orang-tua, istri/suami dan anak serta kakek-nenek untuk saling melepas rindu saling maaf memaafkan atas segala salah dan khilaf disengaja/tidak baik ucapan/perbuatan, karena menyadari tidak ada mahluk/manusia yang sempurna hidup didunia yang fana dan selalu berubah-rubah situasi dan kondisinya.
Tuhan menciptakan dunia dengan seisi alam yang ada dibumi ini saling berpasang-pasangan, ada siang dan malam, ada utara dan selatan, barat dan timur, atas dan bawah, gelap dan terang, berat dan ringan, jauh dan dekat, besar dan kecil, baik dan buruk, laki-laki dan perempuan atau pria dan wanita, panjang dan pendek, tua dan muda, ada yang kaya dan ada yang miskin, ada bulan ada matahari, dimana apa bila pasangan-pasangan ini ada yang bisa dipersatukan maka akan bisa menjadi lebih sempurna, menjadi satu kekuatan, seperti misalnya pria dan wanita, kalau hewan jantan dan betina dipersatukan juga akan berkembang biak, beranak pinak dan seterusnya.
Begitu juga dengan nasib/perjalanan hidup manusia bisa berubah-rubah. Bila Tuhan berkehendak, yang kaya bisa menjadi miskin dan sebaliknya yang miskin bisa menjadi kaya, dengan melalui proses, waktu dan usaha sesuai dengan kehendak Tuhan. Oleh karena itu manusia tidak boleh takabur/sombong, sebaliknya harus banyak beramal dan berbuat baik selagi bisa dan mampu, karena didunia ini tidak ada yang kekal dan abadi.
Para ahli ilmu jiwa dan orang-orang bijak, memandang dan melihat apa yang ada didunia dan seisi alam jagad raya ini, bukan hanya dengan kedua bola matanya saja, tapi dengan ketajaman.indra dan mata hatinya yang paling dalam. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan jasmani dan rohani serta keselamatan, dalam lindungan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. (Purwokerto, medio Maret 2026).




