Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Seniman teater di Banyumas, Edhon yang juga Dosen mengatakan, mari kita belajar dari nasi. Sebelum jadi nasi awalnya adalah padi, berjuta petani mengucuri bumi jadi pupuk air mata sunyi.
“Begitu jadi nasi, kenapa kau sering makan dimubahkan” katanya dengan nada kesal entah siapa yang dimaksud.
“Lalu sisa dipiring kau senang ketika buruh tani tadi ternyata pengemis yang menyikat sisa nasinya sehabisnya”.
Dikatakan, pagi kau sarapan di Medan, siang makan di Semarang dan malamnya di Kupang.
“Liar benar kau seperti dihutan kau beruang, dirumah apa lagi, kau benar-benar manusia satwa beruang”.
Aku yang mendengar kekecewaannya, mencoba menenangkan hatinya dengan mengingatkan, filosofi ilmu padi yang semakin lama semakin berisi..(Red)




