Selasa, April 21, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

SD Negeri Daru III, Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang, Menerima Dana BOS Rp. 437 Juta lebih Diduga Dikorupsi Kepsek Tahun 2025-2024

media sinar pagi group by media sinar pagi group
April 20, 2026
in Peristiwa
0
SD Negeri Daru III, Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang, Menerima Dana BOS Rp. 437 Juta lebih Diduga Dikorupsi Kepsek Tahun 2025-2024
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kabupaten Tangerang | mediasinarpagigroup.com – SD Negeri Daru III, Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang Thn 2025 Kepala Sekolah nya yaitu Yuni Maryani, lalu memiliki jumlah Siswa/I sekitar 248, lalu sekolah tersebut menerima dana BOS Reguler ada 2 tahap, untuk tahap 1 sekolah menerima tanggal 21 Januari 2025 sekitar Rp 112.840.000,- dana BOS tahap 2 sekolah terima tanggal 27 Agustus 2025 Rp 112.840.000,-

Laporan Kepala SD Negeri Daru III, terhadap penggunaan dana BOS tahun 2025 tahap 1 katanya digunakan untuk : –kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 5.400.000kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 12.097.800administrasi kegiatan sekolah Rp 16.337.600pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 2.400.000langganan daya dan jasa Rp 6.936.000pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 18.293.400penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 14.096.000pembayaran honor Rp 8.235.000, Total Dana Rp 83.795.800

RELATED POSTS

Rajia Gabungan TNI, Polri Dan Satpol PP ke Cafe – cafe di Jalur Pantura Patokbeusi Kabupaten Subang, Jaga Ketertiban dan Cegah Narkoba

Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Tapanuli Utara Usulkan Penguatan Irigasi

Lalu laporan Kepala SD Negeri Daru III, terhadap penggunaan dana BOS tahun 2025 tahap 2 katanya digunakan untuk : – penerimaan Peserta Didik baruRp 4.500.000pengembangan perpustakaan Rp 27.000.000kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 26.590.000kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 9.686.400administrasi kegiatan sekolah Rp 30.534.800pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 1.700.000langganan daya dan jasa Rp 7.951.000pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 20.062.000penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 8.370.000pembayaran honor Rp 5.490.000, Total Dana Rp 141.884.200

Hal tersebut dikatakan oleh Tb.Abdul Fatah, SH selaku Ketua Umum dan Advokat / Pengacara di LBH-BPPKB Banten, dalam konprensi Pers dikantornya, Jumat (17/4/2026).

Ditambahkan Fatah, Kepala Sekolah wajib melaporkan penggunaan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Mengeah RI  melalui sistem aplikasi pengelolaan Dana BOS. Pelaporan ini dilakukan secara berkala (biasanya per tahap) sesuai ketentuan, dan jika sekolah tidak bisa melaporkan secara online, pelaporan dapat dilakukan secara manual, mengapa Kepala Sekolah Wajib Melaporkan Dana BOS ? – Laporan ini penting untuk memastikan dana BOS digunakan secara akuntabel dan transparan., –Pelaporan merupakan salah satu syarat pencairan dana BOS tahap berikutnya., Laporan yang akurat menjadi dasar bagi Kementruan untuk melakukan audit dan evaluasi guna perbaikan kebijakan pendanaan sekolah.

Berangkat dari laporan kepala sekolah terhadap penggunaan daa BOS tahun 2025 diatas, LBH-BPPKB Banten melakukan invesitgasi dilapangan, fakta ditemukan yang mana diduga Kepsek merekayasa laporannya ke Kementrian hal ini dapat merugikan keuangan Negara alias diduga ada korupsinya.

Sebut saja terhadap pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca tahun 2025 yang menyerap dana BOS sekitar Rp.27 Juta lebih diduga laporan Kepsek ke Kementrian direkayasa hal ini berdasarkan ketarangan berbagai pihak baik sumber yang ada disekolah maupun pihak lainnya sepertinya pihak sekolah bekerjasama dengan distributor, yang mana distributor terbitkan Kwitansi pembelian atau faktur pembelian serta berita acara penyerahan barang / buku yang direkayasa atau di mark up.

Sebut saja, terhadap kegiatan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain DAN pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain menyerap dana BOS tahun 2025 sekitar Rp.53 Juta lebih, diduga dikorupsi Kepsek, adapun modusnya yaitu membuat laporan kegiatan Fiktip.

Selanjutnya terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana 2024 yang meneyerap dana BOS sekitar Rp.38 juta lebih, fakta dilapangan tidak terlihat jelas apa – apa saja Sarana Prasarana Sekolah yang dipelihara oleh Kepsek sementara informasi terkait hal itu tidak ada terlihat disekolah tersebut, modus korupsi nya yaitu Kepsek  menghubungi pihak – pihak penjual barang / bahan yang ada di SIPLah lalu disepakati barang / bahan diantar atau dibayarkan jumlahnya 5 tetapi ditulis pada kwitansi atau faktur pembelian membengkak menjadi 15.

Tahun 2024 SD Negeri SD Negeri Daru III, dana BOS sekolah terima ada 2 tahap, untuk tahap 1 sekolah terima tanggal 18 Januari 2024 Rp 106.015.000,– lalu dana BOS tahap 2 sekolah terima tanggal 12 Agustus 2024 Rp 106.015.000,- laporan penggunaan dana BOS tahun 2024 yang dilakukan oleh pihak sekolah ke Kementrian diduga direkayasa, modus nya hampir sama dengan modus dugaan korupsi tahun 2025.

Untuk itu, dugaan korupsi dana BOS Reguler di SD Negeri Daru III, di usut tuntas, maka saat ini LBH-BPPKB Banten lagi mengumpulkan alat bukti dari sumber yang ada disekolah maupun sumber yang ada diluar sekolah, bila ada pihak – pihak yang mengetahui dugaan korupsi tersebut, lembaga Kami siap menerimanya dengan cara dapat menghubungi Kami di Email : lbhbppkbbanten@gmail.com

Dipihak lain lembaga Kami akan melaporkan Kepsek ke Tipikor Polresta Tangerang dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang sebab diduga dalam pengelolaan dana BOS Reguler tersebut ada perbuatan melawan hukum (PMH), dengan harapan agar dugaan korupsi dana BOS regular 2024 – 2025 di SD Negeri Daru III, harus usut tuntas, bila terbukti maka wajib hukumnya pihak yang terlibat diduga korupsi dimasukkan ke penjara, tegas Fatah.

Media ini berupaya konfirmasi ke SD Negeri Daru III, dengan mendatangi sekolah tersebut, namun sangat disayangkan belum bisa bertemu dengan Kepsek, beberapa Orang Tua Murid yang ditemui media ini disekitar sekolah mengatakan bahwa Kepsek tidak transparan menggunakan dana BOS, lalu Komite Sekolah juga tidak terbuka dan Tim BOS sekolah apakah ada atau tidak kami tidak mengetahui, ujar beberapa Ortu Siswa.(Dian/Tim/Red)

 

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Rajia Gabungan TNI, Polri Dan Satpol PP ke Cafe – cafe di Jalur Pantura Patokbeusi Kabupaten Subang, Jaga Ketertiban dan Cegah Narkoba

Rajia Gabungan TNI, Polri Dan Satpol PP ke Cafe – cafe di Jalur Pantura Patokbeusi Kabupaten Subang, Jaga Ketertiban dan Cegah Narkoba

April 21, 2026
Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Tapanuli Utara Usulkan Penguatan Irigasi

Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Tapanuli Utara Usulkan Penguatan Irigasi

April 21, 2026
Pemkab Taput Pastikan Warga Segera Huni Huntap, Pemulihan Pascabencana Masuki Tahap Akhir

Pemkab Taput Pastikan Warga Segera Huni Huntap, Pemulihan Pascabencana Masuki Tahap Akhir

April 21, 2026
Dana Desa Rp.2,8 M lebih Diterima Desa Plosokerep Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen Thn 2024 sd 2026, Diduga Jadi Ajang Korupsi

Dana Desa Rp.2,8 M lebih Diterima Desa Plosokerep Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen Thn 2024 sd 2026, Diduga Jadi Ajang Korupsi

April 21, 2026

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.