Subang | mediasinarpagigroup.com – Keluhan masyarakat tentang air PDAM Di tanggapi oleh lurah pasir Karembi Rizal Prihandoko, Assalamualaikum Wr Wb.yang saya hormati Forum RT RW Dan Forum Pelanggan Para tokoh masyarakat saya selaku lurah Pasikarembi menerima keluhan dari masyarakat tentang keruhnya air PDAM,
Terima kasih atas kehadiran bapak ibu Forum RT RW Forum Pelanggan kita pada tanggal 12/05/2026 berkumpul di aula kelurahan ini atas keluhan tentang air bersih PDAM saya hanya bisa mempasilitasi untuk bertemu kepada pak Dirut PDAM tentang keluhan masyarakat sehingga bisa bertatap muka dan menyampaikan keluhannya kepada bapak Dirut PDAM Subang terima kasih kepada tokoh masyarakat Forum RT RW Forum Pelanggan di aula kelurahan pasirkarembi mari kita sampaikan keluhan bapak dan ibu dan sampaikan langsung kepada bapak Dirut PDAM.
Assalamualaikum wr wb,
Saya sebagai konsumen yang menggunakan air PDAM sangat kecewa mengapa air dari PDAM menjadi kiruh air nya sampai berbulan bulan sedangkan kami sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari hari jangankan untuk minum untuk mandi saja saya rasa tidak layak pak.
Saat di jumpai oleh awak media sinarpagi Dirut PDAM Lukman Nurhakim,menerangkan yang pertama sebagian mungkin sekitar dua puluh persen masyarakat Subang ada keluhan untuk kualitas kontinyunitas air.
Jadi nanti akan kami hitung berapa kekeruhan dalam satu bulan nanti kita akan berikan kompensasi atas air yang memang tidak digunakan oleh masyarakat akibat kekeruhan ini kami mematuhi undang undang konsumen hak hak konsumen kita lindungi ketika dalam kondisi kekeruhan extrim sehingga air tidak bisa digunakan nanti akan kami hitung.
Memang cabang Subang ada kendala karna mata air cibulakan sudah tercemar saat musim hujan itu air yang keluar mata air sangat keruh sama dengan air sungai ini yang membuat kami kaget.artinya mungkin ada kondisi alam di atas yang rembessannya tidak bisa memfilter air sehingga out put nya keruh mungkin dampak dari galian pembalakan hutan dan seterusnya sehingga terdampak ke mata air kita yang di cijambe.
Solusinya yang pertama kami sudah bangun WTP Weter Treatment Plant bisa menangani kekeruhan 60 persen nah yang sisanya 40 persen ini kami olah melalui Filter Pesel nah Filter Pesel ini masih tahap penyempurnaan butuh pekerjaan antara 2 Minggu sampai 1 bulan. untuk pekerjaan penyempurnaan sisahnya yang belum terolah di WTP kenapa kami baru bisa mengolah 70 persen 60 persen karna memang keterbatasan anggaran kami jujur saja untuk biaya sebesar 14 milyar an untuk WTP baru ini kami memang belum sanggup pak.apa lagi dari APBN dari APBD juga kami Nol rupiah tidak ada.jadi ini akibatnya sistemmik pak dari masyarakat pelanggan tapi kami tidak menyerah akan ketemu solusinya untuk permasalahan ini.untuk kompensasi kepada masyarakat nanti di hitung dulu misalkan dalam 1 bulan berapa kubik yang airnya keruh nah itu nanti akan pengurangan pembayaran kompensasi dan kami juga berterima kasih sudah dipesillitasi kelurahan Forum RT RW Forum pelanggan jadi kami harus responsip harus akui ketika belum maksimal ya akui dan sambil di selesaikan persoalannya bukan lagi perbaikan bukan lagi perbaikan tetapi pembangunan teknologi pengolahan dan tadi di Forum juga saya sudah menjelaskan kepada pelanggan ujarnya.( Agus J )




