Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Meski perhelatan pesta demokrasi PILKADA Kabupaten Banyumas masih dua tahun mendatang (2024), tetapi sudah terdengar gaung kasak-kusuk yang dibicarakan para warga masyarakat mengenai siapa yang akan menggantikan sekaligus melanjutkan posisi kursi R 1A yang kini masih dijabat oleh Ir. Achmad Husein dan wakilnya Drs. Sadewo Tri Lastiono, untuk membangun daerah yang memiliki motto “SATRIA” (Sejahtera, Adil, Tertib, Rapi, Indah dan Aman) benar-benar dapat mensejahterakan warga masyarakatnya hidup damai dan aman.
Bupati Achmad Husein yang sudah dua periode memimpin Kabupaten Banyumas (Tahun 2014-2024) harus meletakan jabatannnya sebagai Bupati, termasuk Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono. Kabar yang santer bergulir di tengah masyarakat luas Ir. Achmad Husein akan terbang mengejar karir politiknya di lembaga legislatif menjadi anggota DPR RI, sedangkan obsesi untuk membangun daerah agraris ini akan dilanjutkan oleh istrinya Hj. Erna Husein yang harus bersiap-siap untuk bersaing dengan sang mantan Wakil Bupati Sadewo, yang sama-sama berobsesi menduduki jabatan Bupati Banyumas periode tahun 2024-2029.
Sementara di penghujung tahun 2022, balon (bakal calon) yang santer baru muncul bersosialisasi dan bersilahturahmi dengan warga masyarakat dan para santri di pondok-pondok pesantren adalah putra asli daerah Banyumas dari Desa Cikakak, Kecamatan Wangon yang saat ini masih menjabat sebagai Sekjen MPR RI yaitu Prof. Dr. Ma’ruf Cahyono, SH, MH. Beliau menyatakan ingin membangun daerah Banyumas, mensejahterakan dan mencerdaskan warga masyarakatnya, bukan sekedar janji saja.
“Karena sekarang sudah memasuki era serba digitalisasi sehingga kedepannya masyarakat Banyumas juga harus siap untuk melakukan edukasi membangun sumber daya manusia (SDM) lebih berkualitas, sebab itu merupakan kunci untuk mencapai kesejahteraan”. Demikian kira-kira yang diungkapkan oleh Sekjen MPR RI, Ma’ruf Cahyono yang didampingi oleh Irjen Pol (Purn) Widianto Poesoko, selaku tenaga ahli sekjen MPR kepada para awak media di hotel Aston Imperium Purwokerto, Sabtu (8/10) yang baru-baru ini seusai melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan para tokoh agama dan masyarakat, serta para santri di Kabupaten Banyumas bagian selatan.
Salah seorang pemerhati masalah sosial lingkungan kemasyarakatan yang sudah tergolong senior di kota Purwokerto, tapi enggan disebut jati dirinya, berpendapat bahwa Bapak Sekjen Ma’ruf Cahyono sebagai langkah awal harus berani melakukan action dan gebragan-gebragan menyangkut hajat orang banyak sambil mengenalkan dirinya sebagai wong asli Banyumas. “Banyak yang harus dipelajari terkait daerah Banyumas sekarang. Baik dari segi sifat dan karakter masyarakatnya yang sudah banyak berubah dan berbeda, sosial budaya dan topografi dalam satu wilayah, karena masyarakat sekarang itu gampang-gampang susah. Sehingga kiat-kiat strateginya haruslah tepat.” Katanya.
“Kalau ingin mancing ikan, umpannya juga harus tepat sesuai situasi, kondisi dan lokasi”. (Widoyo)




