• Contact
  • mediasinarpagigroup.com
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Eko Gagak Aktivis ’98 Angkat Suara: Wartawan, LSM, Ormas Bela Rakyat atau Bela Golongan Tertentu?

media sinar pagi group by media sinar pagi group
April 20, 2026
in Peristiwa
0
Eko Gagak Aktivis ’98 Angkat Suara: Wartawan, LSM, Ormas Bela Rakyat atau Bela Golongan Tertentu?
0
SHARES
39
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya | mediasinarpagigroup.com – Negeri tercinta Indonesia kita ini kaya akan organisasi, penuh semangat advokasi, kadang publik dibuat bingung mana yang benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan mana yang sekadar memperjuangkan kepentingan sendiri. Fenomena ini bukan cerita baru, beberapa kalangan mulai menyoroti praktik segelintir oknum memanfaatkan label LSM, Ormas, bahkan profesi wartawan untuk kepentingan kelompok tertentu atau golongan.

Dalam kesempatan ini aktivis ’98 Eko Gagak mengatakan, “secara tegas kami kritik, secara terang-terangan!” terkait adanya kecenderungan organisasi dijadikan “kendaraan” bukan “pengabdian”. Ada yang membawa nama LSM atau Ormas, tapi yang diperjuangkan justru kepentingan pribadi, golongan dan kelompoknya,” ujarnya.

Dalam lanskap semakin riuh, publik seakan disuguhi tontonan baru: rapat-rapat serius, grup WhatsApp yang ramai, hingga diskusi terlihat idealis namun kadang berujung pada agenda yang sulit dijelaskan ke masyarakat luas, dan lebih menarik ketika profesi wartawan ikut terseret dalam pusaran tersebut. Bukan sebagai pengawas, melainkan diduga sebagai bagian dari arus yang sama dan wartawan seharusnya menjaga independensi, bukan ikut terlibat dalam kepentingan tertentu,” tukasnya.

Di titik ini, batas antara pengawas dan pelaku menjadi kabur. Padahal dalam teori sederhana, wartawan menulis bukan ditulis. Mengawasi bukan diawasi oleh kepentingan. Masih kata Eko Gagak: fenomena ini tentu tidak bisa digeneralisasi, banyak LSM, Ormas, dan wartawan atau jurnalis yang tetap bekerja sesuai fungsi dan etika. Namun, kehadiran oknum-oknum seperti ini cukup membuat kepercayaan publik goyah. Organisasi dan profesi ini bukan milik pribadi, ada tanggung jawab moral  harus benar-benar dijaga,” tandasnya.

Lanjut Eko Gagak, “pada akhirnya publik hanya bisa berharap satu hal sederhana, yakni,” label “pengaku aktivis”, “LSM”, “Ormas”, atau “wartawan” tidak sekadar menjadi atribut, tetapi benar-benar dijalankan sesuai makna. Karena, ketika semua orang mengaku berjuang untuk rakyat dan pertanyaan berikutnya menjadi penting adalah rakyat yang mana?” pungkasnya.(Ris)

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized

SITE LINKS

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org
  • Contact
  • mediasinarpagigroup.com
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Contact
  • mediasinarpagigroup.com
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.