Rabu, Mei 27, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Sejarah Adalah Anugrah : MEMBANGUN BANGSA BERKARAKTER PANCASILA DIMULAI DARI PAUD, Oleh Widoyo Satmoko

media sinar pagi group by media sinar pagi group
Mei 27, 2026
in Peristiwa
0
Sejarah Adalah Anugrah : MEMBANGUN BANGSA BERKARAKTER PANCASILA DIMULAI DARI PAUD, Oleh   Widoyo Satmoko
0
SHARES
39
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Purwokerto | mediasinarpagigroup.com – Menurut para pemerhati masalah sosial kemasyarakatan  dan pendidikan anak, masa usia 0 hingga 6 tahun merupakan golden age atau usia emas, dimana perkembangan otak manusia 80  prosen ada di usia tersebut. Sedangkan setelah usia 6 tahun keatas, sampai memasuki usia senja/tua, perkembangan otaknya cuma tinggal 20 prosen.

Pendidikan anak awal anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan yang sangat strategis, dalam rangka pembentukan karakter bagi anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan. Semakin sering gemar melakukan aktifitas, akan berdampak positip terhadap perkembangan karakter anak mencapai usia dewasa, 20 tahun hingga 30 tahun.

RELATED POSTS

Salat Iduladha di Balai Kota, Wagub Rano Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan

BAZNAS Banyumas Distribusikan Hewan Kurban Untuk Masyarakat Dan Lembaga Penerima Manfaat, Seusai Sholat Idul Adha

Pada usia dini daya ingat anak masih sangat peka dan kuat, mudah mengingat dan meniru, sehingga pada anak-anak usia dini tidak boleh ada penekanan, ancaman dan kekerasan.          Anak-anak dirumah yabg sering dibentak dan dikerasi, dalam pertumbuhannya akan berbeda dengan anak-anak yang dibesarkan dengan kasih sayang oleh orang tuanya.

Pada usia dini, anak berusia 3 hingga 7 tahun mulai bisa diajak berkomunikasi. Apapun yang dibicarakan akan terekam dalam jejak pikirannya, karena memorienya benar-benar masih kosong.   Memorie hasil komunikasi itu akan tersimpan diotak bagian tengah, sehingga sewaktu-waktu mudah muncul lagi dan berpengaruh pada sikap dan perilakunya.

Proses pendidikan terhadap anak tidak hanya bisa dilakukan kelompok-kelompok seperti sekolah, sebab sekolah hanya merupakan sarana penunjang yang terkecil, karena kelompok tersebut hanya merupakan aktualisasi atau pengaplikasian daripada mitra yang paling kecil  yaitu keluarga. Sehingga pendidikan pada usia dini bukan hanya ketrampilan saja, tapi juga perlu dilandasi dengan keimanan, kejujuran,  toleransi dan kasih sayang.

Sebuah karakter  building Indonesia telah dilandasi dengan pondasi dasar-dasar Pancasila, intinya membangun sebuah bangsa yang berkarakter Pancasila.

Menurut para pemerhati sosial kemasyarakatan dan pendidikan, hal ini merupakan tugas kemanusiaan yang berat dan mulia untuk mewujudkan demokrasi Pancasila, persatuan dan kesatuan, musyawarah dan keadilan dengan mengutamakan Imtaq yakni beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME serta kejujuran, etika dan budi pekerti yang luhur.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat pemerhati masalah lingkungan sosial kemasyarakatan  yang tinggal di daerah Banyumas pernah mengungkapkan, konsep mewujudkan sebuah negeri yang aman, damai dan sejahtera harus didukung oleh 4 pilar kekuatan untuk mendorong jalannya pemerintahan yang bersih, adil dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Empat.pilar sebagai kekuatan bangsa, masing-masing adalah kebijakan para intelektual dan kaum cendekiawan, keadilan orang-orang besar, doa-doa orang jujur/suci serta keperkasaan orang-orang pemberani.

Akan tetapi cita-cita untuk menciptakan masyarakat yang dapat hidup damai dan sejahtera, meski NKRI telah merdeka selama 80 tahun lebih masih belum dapat mewujudkan impian para pejuang kemerdekaan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kelangsungan hidup para penerus, keturunan/anak-anak dan cucu-cucunya. Menurutnya, para pemimpin sekarang yang  memiliki berbagai otoritas kewenangan, banyak yang pada lupa siapa dirinya dan asal-usulnya, ibarat kacang yang lupa sama kulitnya, lupa terhadap pesan-pesan para pejuang kemerdekaan, lupa kepada rakyatnya. Sesungguhnya siapa saja/setiap orang memiliki peluang untuk menjadi pemimpin atau khalifah untuk melindungi orang-orang yang lemah.

Dikatakan, orang yang lemah terbagi dalam beberapa kategori/golongan, antara lain karena lemah ekonominya, lemah fisiknya dan lemah pemikirannya. Yang membahayakan adalah karena lemah tang dibuat oleh satu kekuatan yang melemahkan rasa prinsip individu, nasionalisme dan patriotisme.

Sast ini kondisi bangsa kita telah dilemahkan oleh satu kekuatan yang amat rawan untuk melemahkan rasa kecintaannya terhadap  bangsa dan negara. Moralitas kita yang sebetulnya sudah dilandasi oleh kekuaran Pancasila dan Undang-undang Dasar 45 sebagai roh dan nyawanya bangsa ini seakan-akan menjadi sirna. Bila moralitas itu bediri karena keterpaksaan dalam melakukan perjalanan menuju agama tudak pernah terjadi karena moral menghargai keterbukaan pikiran dan perasaan.

Diera pasca reformasi yang serba tidak jelas, penuh ketidak pastian dan banyak kebohongan yang diucapkan para pemimpin yang suka mengumbar janji-janji palsu, sehingga rakyat hanya menjadi sapi perahan. Tetapi rakyat sudah dianugerahi ilham oleh Tuhan untuk berjalan dan bicara, karena sejarah adalah anugerah, sejarah adalah ilham.

Ketika sejarah sebagai ilham itu masuk menjadi kekayan batin dan kekayaan jiwa, kemudian alam pikiran dan  perasaan bangkit akan membangunkan semangat agar terlepas dari kehidupan yang dapat memutuskan tali silaturahmi dan  memecahkan perasaan persatuan dan kesatuan yang menghancurkan pondasi agama, kemanusiaan, kerakyatan dan keadilan.

Ketika anugrah dari Tuhan dan rahmatnya kemerdekaan masuk kembali kedalam hati, jiwa dan rasa, pikiran menjadi kekuatan alam menyatukan bangsa kembali kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 45. (Kota Satria, akhir Mei 2026 / Disarikan dari berbagai sumber dan refrensi).

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Salat Iduladha di Balai Kota, Wagub Rano Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan

Salat Iduladha di Balai Kota, Wagub Rano Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan

Mei 27, 2026
BAZNAS  Banyumas Distribusikan Hewan Kurban Untuk Masyarakat Dan Lembaga Penerima Manfaat, Seusai Sholat Idul Adha

BAZNAS Banyumas Distribusikan Hewan Kurban Untuk Masyarakat Dan Lembaga Penerima Manfaat, Seusai Sholat Idul Adha

Mei 27, 2026
Ribuan Warga Laksanakan Salat Idul Adha di Alun-alun Purwokerto

Ribuan Warga Laksanakan Salat Idul Adha di Alun-alun Purwokerto

Mei 27, 2026
SMP Negeri 27 Bekasi, Kota Bekasi Thn 2024 sd 2026 Menerima Dana BOS Rp.4,1 M lebih, Diduga Dikorupsi Kepsek

SMP Negeri 27 Bekasi, Kota Bekasi Thn 2024 sd 2026 Menerima Dana BOS Rp.4,1 M lebih, Diduga Dikorupsi Kepsek

Mei 27, 2026

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.