Sragen | mediasinarpagigroup.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan (ketapang) sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani terus digencarkan di Kabupaten Sragen. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Program Pertanian Padi dan Kemitraan Rantai Pasok Terintegrasi yang diselenggarakan oleh PT BPR Bank Perkreditan Rakyat (BKK) Karangmalang (Perseroda) bersama para petani setempat.
Kegiatan ini berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusias, dihadiri oleh Direktur Utama BKK Karangmalang, H. Raji, S.E., M.M., Kepala Desa Bener, serta 50 petani yang tergabung dalam 8 Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di wilayah Kabupaten Sragen. Kehadiran para petani dari berbagai kelompok tani ini menunjukkan tingginya perhatian terhadap program pengembangan pertanian yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, H. Raji menegaskan bahwa sektor pertanian, khususnya tanaman padi, merupakan tulang punggung ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, diperlukan dukungan nyata, tidak hanya dari sisi teknis budidaya, tetapi juga dari aspek pembiayaan dan pemasaran hasil panen.
“Kami hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra strategis petani. Harapannya, melalui program ini, petani bisa meningkatkan hasil panen sekaligus memiliki akses permodalan yang mudah, cepat, dan terjangkau,” ujarnya.
Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
Program yang disosialisasikan tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi padi, tetapi juga menekankan pentingnya kemitraan dalam rantai pasok terintegrasi. Artinya, petani tidak lagi berjalan sendiri, melainkan terhubung dalam sistem yang mencakup proses produksi, pengolahan, hingga distribusi hasil panen ke pasar.
Dengan pendekatan ini, diharapkan : – Produktivitas hasil pertanian meningkat, Risiko kerugian petani dapat ditekan, Hasil panen memiliki kepastian pasar, Nilai jual produk pertanian menjadi lebih stabil dan menguntungkan
Para peserta terlihat aktif mengikuti jalannya sosialisasi, bahkan beberapa petani menyampaikan harapan agar program ini dapat berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan.
KURTAN: Solusi Permodalan Petani
Dalam kesempatan tersebut, BKK Karangmalang juga memperkenalkan program unggulan mereka, yaitu Kredit Usaha Rakyat Pertanian (KURTAN), yang secara khusus ditujukan untuk mendukung usaha petani.
Mengusung slogan “Petani Maju, Usaha Lancar dengan KURTAN!”, program ini menawarkan berbagai kemudahan, antara lain: – Plafon kredit fleksibel, disesuaikan dengan luas lahan garapan petani, Suku bunga ringan hanya 2% per tahun, Jangka waktu maksimal 4 bulan (panen lunas), Proses pengajuan cepat dan persyaratan yang sederhana
Skema pembiayaan ini dinilai sangat relevan dengan siklus usaha pertanian, khususnya tanaman padi yang memiliki masa tanam relatif singkat hingga masa panen.
Persyaratan Mudah dan Akses Terjangkau
Untuk mengakses program KURTAN, petani hanya perlu memenuhi beberapa persyaratan administratif, di antaranya: – Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan buku nikah, Fotokopi dokumen agunan serta SPPT Pajak Bumi dan Bangunan, Surat keterangan lahan garap yang diketahui Ketua Kelompok Tani, Usia maksimal 60 tahun
Kemudahan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi petani, terutama dalam memperoleh modal usaha tanpa prosedur yang rumit.
Komitmen BKK untuk Petani Sragen
Melalui kegiatan ini, BKK Karangmalang menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah. Sinergi antara lembaga keuangan, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Dengan semangat “Dari BKK Karangmalang, untuk Petani Sragen yang Gemilang,” program ini diharapkan tidak hanya menjadi sosialisasi semata, tetapi juga langkah nyata dalam mendorong petani menjadi lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak petani yang mendapatkan akses informasi, pendampingan, serta pembiayaan yang tepat guna dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.(Agus Maryono)




