Selasa, April 28, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Normalisasi Sungai Mangkrak, Warga Solok Desak PT Adikarya Bertanggung Jawab

media sinar pagi group by media sinar pagi group
April 28, 2026
in Peristiwa
0
Normalisasi Sungai Mangkrak, Warga Solok Desak PT Adikarya Bertanggung Jawab
0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Solok | mediasinarpagigroup.com – Sudah enam bulan berlalu sejak banjir bandang 27 November 2025 meluluhlantakkan sejumlah nagari di Kabupaten Solok. Namun, luka itu belum juga diobati. Pekerjaan normalisasi sungai yang dikerjakan PT Adikarya, mitra BUMN, justru mangkrak tanpa kejelasan. Material bronjong berserakan, tebing sungai runtuh, dan ancaman banjir susulan terus menghantui warga, Selasa (28/4)

Enam Bulan Tanpa Progres Signifikan 

RELATED POSTS

Bupati JTP Hutabarat: Perempuan Adalah Fondasi Keberhasilan Keluarga dan Pembangunan.

Tim Itwasum Polri Laksanakan Klarifikasi dan Monitoring Pengendalian Mutu Pengawasan Internal di Polda Jateng

Pascabencana, warga Nagari Selayo, Koto Sani, Saning Bakar, Muara Pingai, hingga Paninggahan hanya bisa menatap tumpukan material proyek yang terbengkalai. Janji normalisasi sungai untuk mencegah banjir susulan tak kunjung terealisasi. Dalam enam bulan terakhir, dua kali banjir susulan sudah menerjang.

“Kami tidak minta banyak. Kalau memang tidak sanggup, sampaikan. Jangan pergi sesuka hati, tinggalkan pekerjaan terbengkalai,” tegas M, salah satu tokoh adat setempat dengan nada kesal. “Di Minang ini kami juga ada aturan etika ada di Minang ini,kok datang tampak Muko pulang tampak pungguang Jan Pai sesuka hati kalamak dek awak se bajaleh jaleh  dan saling menghargai Jangan tinggalkan masalah baru lalu hilang tanpa pesan.tutur tokoh adat.

*PT Adikarya Dinilai Kebal Kritik tidak tersentuh  hukum ada apa .

Sorotan tajam terhadap PT Adikarya kini jadi konsumsi publik. Perusahaan yang mengantongi proyek normalisasi sungai pascabencana di Sumbar itu dinilai tidak bergeming oleh. Kritik warga, tokoh adat, hingga pemangku kepentingan seolah tak berarti.

“Kesannya mereka merasa perusahaan besar yang tidak bisa disentuh hukum dan kritikan,” ujar warga terdampak. Material yang tidak beraturan justru memperparah kondisi. Tebing sungai yang runtuh membuat air mudah meluap ke permukiman saat hujan turun.

Trauma Berlapis, Warga Butuh Kepastian 

Bagi warga, bencana tak hanya soal harta benda. “Untuk bertahan saja sudah berat, belum lagi trauma mendalam. Setiap hujan, kami takut. Musim sudah mulai, cuaca tak menentu,” keluh seorang warga Koto Sani.

Beban psikologis itu diperparah dengan ketidak pastian. Tak ada jadwal jelas kapan pekerjaan dilanjutkan, tak ada penjelasan dari PT Adikarya. Yang ada hanya proyek mangkrak dan rasa was was setiap malam.

Desakan ke Pemkab dan Pemprov 

Masyarakat kini menagih janji pemerintah. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, didesak turun tangan dan memberi kepastian penanggulangan bencana. Instansi terkait diminta bergerak cepat sebelum banjir yang lebih dahsyat datang.

“Kalau PT Adikarya tidak sanggup, tolong carikan gantinya segera. Jangan biarkan kami hidup dalam trauma dan ketakutan,” desak warga.

Pemerintah Provinsi Sumbar juga diminta mengevaluasi total PT Adikarya. Proyek yang dibiayai uang negara ini,bukan   gratis pihak PT Adikarya juga di biayai ,jadi jangan main main dalam perkerjaan sehingga telah menimbulkan polemik dan persepsi negatif. Membiarkan pekerjaan terbengkalai sama saja membiarkan rakyat jadi korban untuk kedua kalinya: pertama oleh banjir, kedua oleh kelalaian.

* Proyek Gagal, Rakyat yang Menanggung* 

Normalisasi sungai adalah janji pemulihan. Ketika janji itu diingkari, yang runtuh bukan hanya tebing sungai, tapi juga kepercayaan publik. PT Adikarya harus bertanggung jawab. Jika tidak mampu bekerja, mundur dengan terhormat. Jangan jadikan penderitaan rakyat sebagai proyek yang ditinggal pergi sesuka hati.

Pemkab Solok tidak bisa lagi diam. Ancaman nyata di depan mata. Tindakan tegas diperlukan, bukan sekadar wacana.(Defrizal)

 

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Bupati JTP Hutabarat: Perempuan Adalah Fondasi Keberhasilan Keluarga dan Pembangunan.

Bupati JTP Hutabarat: Perempuan Adalah Fondasi Keberhasilan Keluarga dan Pembangunan.

April 28, 2026
Tim Itwasum Polri Laksanakan Klarifikasi dan Monitoring Pengendalian Mutu Pengawasan Internal di Polda Jateng

Tim Itwasum Polri Laksanakan Klarifikasi dan Monitoring Pengendalian Mutu Pengawasan Internal di Polda Jateng

April 28, 2026
SMK Satya Karya Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah Thn 2024-2025 Menerima Dana BOS Rp.3,3 M lebih, Diduga Jadi Ajang Korupsi

SMK Satya Karya Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah Thn 2024-2025 Menerima Dana BOS Rp.3,3 M lebih, Diduga Jadi Ajang Korupsi

April 28, 2026
SMK Penda 2 Karanganyar Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah Thn 2024-2025 Menerima Dana BOS Rp.4,4 M Diduga Dikorupsi

SMK Penda 2 Karanganyar Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah Thn 2024-2025 Menerima Dana BOS Rp.4,4 M Diduga Dikorupsi

April 28, 2026

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.