Grobogan I mediasinarpagigroup.com – Pembangunan Talut dan Pengecoran jalan yang ada di wilayah dusun Gawang desa Manggarwetan kecamatan Godong kabupaten Grobogan mendapat perhatian khusus bagi kalangan LSM dan Lembaga anti korupsi yang lainya.
Pasalnya,dana yang digulirkan dari pemerintah pusat menjadi tanda tanya besar ke desa?Apakah memang desa sanggup mengelolanya atau justru dikorupsi untuk memperkaya diri.
Pembangunan Talut tersebut tidak di dukung Papan Nama Kegiatan Proyek ,hal ini jelas bertentangan dengan Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik.
Bahkan,menurut keterangan warga Gawang prroyek Talut terletak di sebelah utara TPU “Asem Gede”tidak tahu keterangan asal usul papan informasinya yang mencakup nama proyek,volume proyek,sumber dana berasal dan pelaksana kegiatan serta waktu pelaksanaan kegiatan.
Talut yang dibangun kurang lebih satu bulan menyisakan tanda tanya besar dan muncul beberapa masalah serius seperti kondisi berman masih bolong,kondisi bangunan tampak naik turun serta kualitas bangunan yang sudah mengalami retak dan rusak cukup parah.
Warga sekitar saat diwawancarai Wartawan Sinarpagigroup menuturkan bahwa dia tidak mengetahui papan nama tersebut dan proyek tersebut baru jadi sekitar satu bulan.
“Kalau proyek ini sudah jadi sekitar satu bulan,perihal berapa nilai anggaran kita disini kurang tahu,coba tanya sama pak Modin Somad”tuturnya.
Hal permasalahan tersebut saat dikonfirmasi olleh wartawan Sinarpagigroup.com kepada Bismar Ginting,SH,MH selaku ketua umum LBH Wartawan mengaku kaget adanya tidak tranparansi desa ketika ada pembangunan proyek.
“Kalau proyek itu tidak ada papan nama berarti proyek itu proyek siluman,berarti proyek itu di duga korupsi karena desa tidak berani transparan”tegasnya.
Berdasarkan keterangan perangkat desa tersebut yang tidak ingin dicantumkan namanya menjelaskan beberapa kepala desa,bendahara desa,tpk desa ,sekdes sempat di panggil oleh kecamatan,tapi mereka hanya bersifat pasrah tidak tahu harus menjawab apa.
“Kemarin, kalau tidak salah pak Camat sempat marah kepada kades,sekdes ,bendahara dan tpk desa karena dana dicairkan kok di lapangan tidak fisik,katanya dananya di kemanakan?mereka diam tidak bisa menjawab” kata dia.
Kades Manggawetan saat dimintai konfirmasi tentang masalah tersebut,terlihat tidak merespon.
Saat wartawan berkirim chat lewat WA,tidak ada penjelasaan apapun,hingga berita ini tayang juga belum ada jawaban apapun.Warga berharap APH ikut turun tanggan juga mengawasi dan mengecek proyek semua yang ada di desa.Bersambung.(Team)




