Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Memasuki bulan romadhon menjelang perayaan lebaran Idul Fitri 1 syawal 1447 H./21 maret 2026 M. yang biasanya diawali dengan sholat Ied. pada pagi hari secara berjamaah ditempat terbuka (dihalaman masjid besar, alun-alun, halaman kampus atau area terbuka lainnya yang dapat dipakai untuk aktifitas ratusan/ribuan jamaah muslim/muslimat yang hendak melaksanakan sholat Ied.(Idul Fitri), dirangkai dengan mendengarkan khotbah dari imam yang menyampaikan makna dari perayaan lebaran Idul Fitri dan laporan singkat panitia penyelenggara acara, yang kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan tradisi bersilaturahmi/bersalam-salaman saling maaf memaafkan antar para jamaah setempat.
Selama sebulan penuh, umat muslim akan melaksanakan panggilan agama untuk menunaikan ibadah puasa dengan menahan lapar dan haus (tidak makan dan minum) pada siang hari, sejak terbit matahari hingga terbenamnya matahari dan berkumandangnya suara adhan maghrib, baru boleh berbuka puasa, makan dan minum waktu malam hari hingga saat imsak sebelum tiba waktu sholat subuh.
Eforia dan ceritera menjelang perayaan lebaran Idul Fitri yang merupakan acara/agenda rutin tahunan didunia termasuk dinegeri kita, Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, termasuk para pejabat pemerintahan serta aparat keamanan dan para personel lembaga tinggi negeri ini.
Sehingga persiapan untuk menghadapi perayaan lebaran Idul Fitri ini berjalan lancar, aman, tertib, terukur dan terkendali, perlu dilakukan koordinasi dan kerjasama yang baik bagi segenap aparatur pemerintah pusat, propinsi maupun yang ada didaerah kabupaten/kota yang tersebar dalam wilayah negeri ini.
Karena menjelang lebaran Idul Fitri tiba, mulai H-10 hingga H+7 arus lalu-lintas kendaraan baik darat, laut dan udara akan dimanfaatkan dan dipenuhi oleh jutaan penduduk yang akan melakukan perjalanan mudik/balik kekampung halaman untuk berlebaran, berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga, family, handai-taulan, sahabat/kerabat masing-masing. Demikian juga pasca lebaran mereka akan kembali untuk balik bekerja atau belajar lagi ketempat masing-masing, mereka bisa melaksanakan aktifitas mudik balik ini dengan aman, nyaman, lancar dan tertib tanpa kendala dan gangguan lainnya.
Untuk mengatasi kemacetan arus lalu-lintas didarat yang digunakan para pemudik dengan menggunakan kendaraan roda-dua maupun roda empat dan kendaraan besar / armada umum lainnya, maka perlu dilakukan upaya pengamanan dan penertiban arus lalu-lintas dijalan raya kelas nasional, jalan tol, jalan propinsi maupun jalan kabupaten serta jalur jalan alternatif lain.nya, terutama disetiap perempatan dan pertigaan jalan dengan memasang rambu-rambu lalu-lintas serta menyiapkan para personel petugas lantas Polda, Polres dan Polsek kota/kecamatan bekerjasama dengan Kementerian dan Dinas Perhubungan dalam wilayah/daerah setempat untuk mengantisipasi dan mengurai terjadinya kemacetan serta para personel/petugas kamtibmas untuk mengatasi bila ada gangguan kriminalitas yang mungkin bisa terjadi dijalan umum terutama pada malam hari, juga perlu menyiapkan para petugas kesehatan baik dari Dinas Kesehatan, Puskesmas maupun personel rumah-sakit untuk dapat menangani sewaktu-waktu terjadi peristiwa kecelakaan/lakalantas dijalan yang tentu saja tidak dikehendaki oleh para pengguna moda kendaraan bermotor roda dua/empat dan armada transportasi umum lain.nya.
Demikian juga dengan kendaraan jasa transportasi K.A (kereta-api) cepat kelas bisnis, eksekutif maupun kelas ekonomi yang memiliki jalan sendiri diatas rel K.A. saat melaju melintasi persimpangan jalur jalan kendaraan bermotor/umum yang belum difasilitasi dengan palang pintu, inipun perlu diwaspadai untuk dilakukan pengawasan untuk menghindari terjadinya kendala atau gangguan cuaca/musim extrim, hujan dengan intensitas tinggi atau kendala lainnya.
Berbagai insiden terjadinya kasus kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas), terutama kasus lakalantas (kecelakaan lalu lintas) dijalan raya ataupun jalan umum akibat benturan/tabrakan antar kendaraan bermotor terjadi saat arus lalu lintas kendaran semakin padat melaju dengan kecepatan tinggi , sehingga terjadi benturan/tabrakan, srempetan/bersinggungan sampai kendaraan terguling, tetapi juga bisa akibat kondisi ruas badan jalan yang rusak/berlubang telah mengakibatkan roda kendaraan yang terperosok kedalam ruas jalan berlubang terguling ditengah bahu jalan bersinggungan dengan kendaraan bermotor yang tengah melaju dengan kecepatan tinggi.
Untuk mengantisipasi terjadinya lakalantas saat lonjakan kendaraan bermotor yang hendak pulang mudik jelang lebaran tiba, hendaknya pihak yang membidangi perbaikan jalan umum sudah melakukan survey terlebih dulu dan segera memperbaiki kondisi jalan yang mengalami rusak parah dan berlubang, baik jalan kelas nasional, propinsi maupun kabupaten serta jalan umum lainnya, sehingga dipastikan jutaan pemudik dapat melintasi jalan yang dilewati, melaju dengan tenang, aman dan nyaman, asal mereka mengendarai dengan hati-hati patuh pada peraturan dan rambu-rambu lalu-lintas, niscaya akan selamat sampai ketempat tujuan masing-masing.
Selanjutnya cerita klasik dan rutin tahunan menjelang lebaran Idul Fitri tiba, adalah terdengarnya keluhan dari ibu-ibu rumah tangga dengan mulai melambungnya harga kebutuhan pokok pangan seperti beras, telur, ayam, ikan, tempe/tahu kedelai, cabai, sayur-mayur hampir tiap hari mengalami kenaikan, sedangkan uang belanja yang diberikan oleh suami masing-masing tidak berubah. Padahal memasuki bulan puasa romadhon, untuk dapat menjaga kesehatan keluarga perlu menu masakan yang berkualitas untuk berbuka dan makan sahur, sehingga mereka dapat menunaikan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman.
Sementara untuk mengetahui kesiapan Pemkab Banyumas menjelang perayaan lebaran Idul Fitri bulan depan tiba, saat hendak konfirmasi masalah harga kebutuhan pokok pangan/sembako kepada Wakil Bupati, Ibu Lintarti rabu siang (25/2) tidak berada diruang kerjanya, demikian juga saat hendak bertemu dengan Sekda Bp. Agus Nur Hadi, sedang sibuk menerima tamu. Menurut Kasubag Humas Prokompim, Priyo Wicaksono, Bupati Banyumas, Bp. Sadewo Tri Lastiono didampingi Wabup Ibu Lintarti akan melakukan kunjungan kerja bersama pejabat Forkompinda setempat untuk melihat dari dekat kesiapan Pos Pengamanan dibeberapa titik lokasi yang ada dikota Purwokerto serta pos-pam lainnya yang tersebar dipinggir jalan besar yang akan dilintasi para pemudik dalam wilayah Kabupaten Banyumas, terminal Bulu Pitu Purwokerto dan Stasiun Raya K.A (kereta-api) Purwokerto, serta beberapa pasar induk yang ada dikota Purwokerto, Ajibarang dan beberapa pasar lainnya untuk memantau harga kebutuhan bahan pokok dan sayuran, serta pasar murah yang akan dilaksanakan mulai H-10 menjelang lebaran Idul Fitri, 1 syawal 1447 H./21 maret 2026.




