Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Menulis puisi dan geguritan (puisi berbahasa jawa) merupakan aktifitas hobi menulis sehari-hari yang tidak pernah diabaikan dalam kesibukannya sehari-hari mengurus keluarganya pasca purna tugas sebagai pengajar disebuah sekolah SMK swasta dikota Purwokerto, Kabupaten Banyumas (Jawa Tengah).
Penyair kelahiran tahun 1958 dan menekuni arena sastra sejak masih usia remaja, Edi Maryono telah menerbitkan belasan buku puisi, antara lain yang bertajuk Sega Indonesia, Duka Ditelan Senja, Antologi Puisi Bunga-Bunga Rindu, Seribu Satu Puisi dan Geguritan.
Selain aktif dalam berbagai aktifitas sastra dan budaya, termasuk pesta sastra Banyumas 2023 di auditorium UIN Saezu, Purwokerto, Edi Maryono juga pernah terpilih sebagai juara 1 menulis puisi tingkat nasional, yang diselenggarakan oleh AFF Publisher 2024.
Dengan motto “tiada hari tanpa menulis puisi”, segala kekecewaan dan kegalauan serta kekesalan hatinya yang dia.lihat dan rasakan berkecamuk dalam dirinya diungkapkan dalam karya-karya puisi atau geguritannya yang banyak menginspirasi para penggemarnya, baik dari kalangan sastrawan, cendekiawan maupun intelektual muda lainnya. Bravo guys. (Widoyo).




