Alahan Panjang | mediasinarpagigroup.com – Sampah berbahaya menumpuk di beberapa titik di badan jalan lintas Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan dampak lingkungan dan kesehatan.
Sampah yang menumpuk di ruas jalan lintas dari Polsek Kubang Duo menuju Alahan Panjang, tepatnya di dua titik sebelum sampai ke Alahan Panjang, telah menjadi pemandangan yang lazim. Sampah tersebut di duga sudah menahun tertumpuk di tempat tersebut. 7/2/2026 minggu
Sampah yang menumpuk tidak hanya sampah biasa, tetapi juga sampah berbahaya seperti pecahan kaca, bangkai ternak, kucing, anjing, ayam, dan lain-lain. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Solok, Asnur SH, MH, saat di konfirmasi melalui via telp seluler nya mengakui bahwa sampah memang menumpuk di lokasi tersebut. “Kami kurang personel pegawai dan kurangnya armada, itu susah kami ketahui,” ujarnya.
DLH Kabupaten Solok telah melansir sampah di lokasi tersebut sekali seminggu, namun masih kurangnya biaya operasional karena terbatasnya anggaran. “Kami tidak menutup diri, kami tetap mendengar dan menerima saran baik dari masyarakat dan dari wartawan,” tambah Asnur.
Asnur juga sudah menghubungi Wali Nagari Sungai Nanam, namun Wali Nagari menjawab bahwa tidak semua warga nagari yang membuang sampah di lokasi tersebut. “Ada juga warga daerah lain yang membuang sampah di situ,” ujar Wali Nagari.
Selain itu, tempat pembuangan sampah tersebut sudah menjadi penampungan sampah oleh nagari tetangga. “Warga nagari tetangga juga tidak menerima pemandangan buruk ini, mereka protes dengan kedatangan sampah di nagarinya,” kata Asnur.
Kabupaten Solok itu sangat luas wilayahnya memiliki 74 nagari, sehingga wilayah kerja DLH Kabupaten Solok sangat luas. “Dengan luasnya wilayah maklum lah dan kita kurangnya personel yang terbatas serta kurangnya armada, kami kesulitan dalam menjaga kebersihan lingkungan,” kata Asnur.
Masyarakat menilai bahwa prioritas “Solok Bersih” yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Solok bupati nya Jon firman pandu tampaknya belum terlaksana dengan baik. “Seperti nya Prioritas Solok bersih tampak nya kau dari ekspetasi ,benar itu sampah yang menumpuk ini sudah lama berlangsung di nagari nagari ada satu tempat pembuangan Sampah masyarakat di suatu nagari yang berlangsung lama seperti di jalan dalam kampung Singkarak menuju aripan dan nagari sungai durian di tengah perjalanan menuju nagari supayang dan masih banyak terlihat pemandangan yang buruk di nagari lain yang belum terpantau, menurut salah seorang warga tidak mau di tulis namanya pada pemberitaan ini seperti nya selalu di viralkan baru di tindak lanjuti persoalan sampah,” ujar salah satu warga.
DLH Kabupaten Solok berharap instansi dinas lainnya dapat ikut berkerja sama dalam menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya petugas DLH saja. “Kami meminta wali nagari menghimbau kepada masyarakatnya agar jangan buang sampah sembarangan dan membuatkan suatu edaran dari pemerintahan nagarinya,” tutupnya.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Solok, khususnya Bapak Bupati Jon Firman Pandu, untuk menambahkan armada pengangkut sampah dan memberikan kebijakan yang mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik. “Kami berharap Bapak Bupati dapat membantu kami dalam mengatasi masalah sampah ini, sehingga sampah-sampah dapat dikelola dengan baik dan tidak berserakan lagi,” harap Asnur.
Bupati Solok juga diharapkan dapat mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Hanya untuk kita bersama, mari kita jaga kebersihan lingkungan ini. Mari kita sama-sama menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kita,” harap Asnur.(Defrizal)




