Purwokerto | mediasinarpagigroup.com – Kenapa hati ini senantiasa dikejar seribu bayang dan wajahmu, pada heningnya malam, pada beningnya rembulan, pernahkah kau bayangkan, kekasih yang telah pergi jauh akan datang kembali, meski hanya dalam mimpi dan bertanya, apakah ranting dahan pohon bunga mawar 🌹 yang telah kering dan kita tanam bersama dipojok tembok halaman yang menjadi kenangan itu tumbuh berbunga mekar dan indah?
Apakah tidak lupa merawatnya dan menyirami tiap pagi, sore atau malam hari, saat hati ini sama-sama dikejar oleh perasaan rindu yang dalam, dan dikejar oleh keinginan untuk bertemu, meski hanya dalam impian, saat dalam kesendirian dan kesunyian malam tanpa cahaya bintang dan sinar rembulan?
Kekasih, sepertinya bukan sedang dialam impian, dia yang telah menghilang jauh, tiba-tiba nampak tersenyum dan menitik.an air-mata dihadapanku,mengingatkan apakah ranting kering pohon bunga mawar yang pernah kita tanam bersama dipojok tembok halaman bisa hidup dan berbunga?            Ketika esok pagi aku bergegas untuk melihatnya, sungguh tak disangka, ternyata benar-benar berbunga dan mekar merekah indah.
Saat kupetik sekuntum yang paling indah dan ingin kepersembahkan kepadanya, tapi dia telah tiada, hilang dari pandangan mataku, selain bayangan dirimu yang berlari sambil melambaikan tangan dan menjauh kemudian hilang dari pandanganku, seperti saat kita sering bertemu dalam mimpi.
Saat kita sering bersama, saling bercengkerama, berdiskusi tentang kesulitan sampai kebatas perselisihan hingga kesalah pengertian dan pemahaman yang berbeda, terkadang kita menjadi lupa untuk selalu saling menghargai, saling memaafkan.
Saat dia sakit, kita lupa menemani untuk sekedar menghibur dan menguatkan hatinya, supaya tetap sabar, tabah dan selalu berdoa agar kita bisa tenang menghadapi realita yang ada dihadapan kita, bahwa perjalanan ini masih panjang, langkah kita tidak harus surut dan terhenti.
Hingga saatnya dia melangkah pergi meninggalkan segala kenangan bersama, suka dan duka, baru kita merasa pedihnya hati yang sunyi seperti mimpi, kepergiannya menyadarkan perasaan cinta yang begitu suci bersemayam lama dalam hati. (Purwokerto, goresan hati malam tahun baru 2026).




