Taput | mediasinarpagigroup.com – Pekerjaan revitalisasi Satuan Pendidikan SDN 173346 Buntu Raja Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara diduga mangkrak.
Progres pekerjaan revitalisasi Rp 752 juta didanai APBN tahun anggaran 2025 melalui Kemendikdasmen itu terpantau berhenti dan tidak dilanjutkan Senin (12/1/2026).
Dari papan informasi yang terpampang di lokasi pekerjaan diketahui, waktu pelaksanaan pekerjaan dimulai pada 17 Oktober s/d 31 Desember 2025 dengan item pekerjaan rehabilitasi 6 ruang kelas dan 1 ruang administrasi.
Pantauan di lokasi pekerjaan tidak terlihat aktivitas para pekerja bangunan, demikian juga aktivitas proses belajar mengajar (PBM) juga tampak terhenti mengingat seluruh ruang kelas yang sedang direhabilitasi terlihat berantakan.
Keterangan dihimpun dari sejumlah warga di Desa Sitanggor, selama pekerjaan rehabilitasi, aktivitas belajar mengajar siswa dialihkan sementara di dalam gereja yang berlokasi di dekat sekolah.
Keluhan masyarakat mulai muncul ke permukaan setelah habis masa libur Nataru 5 Januari 2026, seluruh ruang kelas yang direhabilitasi ternyata belum selesai dikerjakan dan masih berantakan. Alhasil proses belajar mengajar menjadi terganggu.
“Proses belajar mengajar anak-anak kami sebetulnya sudah tidak maksimal sejak proyek ini dikerjakan. Hingga memasuki bulan Januari setelah libur sekolah ternyata seluruh ruang kelas masih berantakan dan para tukang sudah dua minggu tidak lagi bekerja,” kata salah seorang dari warga mengaku bermarga Simaremare.
Hal itu juga dibenarkan Kepala Desa Sitanggor, Damos Simaremare, bahwa progres pekerjaan sudah terhenti selama 2 minggu tanpa diketahui apa penyebabnya. Bahakan menurut Kades, Kepala Sekolah SD 173347 Buntu Raja Sitanggor, Armin Lumban Toruan dikabarkan menghilang dan tidak pernah lagi hadir di sekolah tersebut.
“Kabarnya seperti itu (menghilang), saya sendiri telah berulang kali mencoba menghubungi nomor kontaknya, namun hingga saat ini tidak bisa dihubungi,” katanya.
Menanggapi mangkraknya pekerjaan revitalisasi SD 173347 Buntu Raja Sitanggor dan kabar menghilangnya Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab penuh proyek revitalisasi, Kepala Kejaksaan Negeri Tarutung, melalui Kasi Datun, Aron Siahaan mengatakan akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan wartawan.
“Terimakasih atas informasi yang disampaikan kepada kami. Kami akan segera kroscek ke lapangan untuk memastikan apa kendala sehingga progres pekerjaan terhenti. Jika nantinya ditemukan tindakan yang melanggar hukum dan merugikan keuangan negara, kami akan tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku,” katanya.(L.Gaol)




