Kota Solok | mediasinarpagigroup.com – Proyek pembangunan Embung Batang Binguang di Kelurahan Tanjung Paku Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok yang di bangun dua tahap di mulai pada tahun 2023 sampai akhir tahun 2024 di kerjakan oleh dua perusahaan yang berbeda.
Proyek pemerintah yang menelan biaya sangat fantatis ini mengunakan APBN sangat besar yaitu sekitar Rp20 miliar lebih ternyata sia – sia pasal nya proyek pembangunan Embung yang di fungsikan untuk penampungan air saat dimusim kemarau, masyarakat dapat memanfaatkan kannya agar pengairan untuk sawah tidak tergangu
Berdasarkan banyaknya laporan masyarakat dan begitu viral nya di media sosial jagat maya terkait pemberitaan Embung Batang Binguang Rp.20 miliar lebih yaitu proyek gagal tidak dapat di fungsikan untuk pengairan sawah masyarakat, ternyata hingga sekarang bahkan tidak bergeming sedikit pun, Mingg (14/72025)
Fakta di lapangan di tinjau langsung ke ternyata benar adanya air tidak dapat bertahan lama untuk penampungan air , karena ada lobang besar di sela susunan batu besar yang di fungsikan untuk dinding embung penahan air untuk pengairan sawah
Dugaan kejanggalan yang di maksud ialah secara logika akal sehat saja secara sederhana saja dinding penahan air untuk membendung dan menampung air volume kubikasi sangat besar seharusnya di gunakan dinding penahan airnya mengunakan kontruksi beton bukan dengan cara menyusun nyusun batu besar sekira panjang 60 meter dengan mengunakan susunan batu tutur salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya.
Warga juga menjelaskan sumber air yang mengalir untuk di bendung saat ini di musim kemarau sudah 5 bulan berlalu,sumber air nya tetap mengalir sebesar tiang listrik. Sangat di sayangkan Embung ini tidak dapat di rasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,selain itu tanah galian nya juga di gunakan untuk di sekitar embung di gunakan untuk dinding penahan, ia tidak membuang keluar lokasi ujarnya arti tidak memakai tanah yang di datangkan dari lokasi lain.
Dengan hebohnya proyek Embung gagal tidak bisa di rasakan manfaatnya oleh masyarakat di duga terindikasi penyelewengan yaitu di lihat dari fisik bangunan tidak masuk akal rasanya dengan anggaran Rp.20 miliar lebih melihat kondisi fisik bendungan.
Proyek Embung Batang Bingung yang diduga kong kalikong ini menuai sorotan tajam warga Kota Solok, awak media ini juga sudah melayang kan berita ke pihak BWS V Provinsi Sumatra Barat dan juga tidak bergeming sepertinya diam seribu bahasa
Sebagai kepedulian masyarakat Kota Solok di harapkan transparan untuk meng audit dari lembaga berwenang seperti BPK RI atau APH, dalam hal ini untuk mengetahui potensi kerugian negara akibat kelalaian pihak kontraktor dalam pengerjaan proyek Embung gagal ini, termasuk pihak pengawas diduga terlibat.
Proyek Embung yang di harapkan masyarakat akan menjadi solusi di saat sekarang ini musim kemarau panjang ini sudah 5 bulan lamanya,Embung ini di harapkan dapat menjadi sumber kehidupan tidak ada solusi nya malahan menjadi sumber kegelisahan di kalangan masyarakat Kota Solok.
Dalam hal ini masyarakat berharap pembangunan Embung gagal ini harus di usut dan diAudit sampai tuntas, proyek yang diduga asal asalan asal bapak senang terkesan mencari keuntungan besar oleh pihak kontraktor dan diduga kuat pengerjaan proyek ini tidak memperhatikan standar kwalitas bahkan kemungkinan terdapat pengurangan volume pekerjaan secara sepihak.(Defrizal/Jumdil)




