Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Di era tahun 1970 an hingga tahun 2000 an, hampir setiap media penerbitan cetak (surat-kabar/koran, tabloid, majalah) baik yang terbit harian, mingguan maupun bulanan pasti menyajikan rubrik teka-teki silang (TTS), bahkan ada penerbitan khusus yang mencetak buku kuis TTS dalam rangka turut serta menciptakan warga masyarakat yang cerdas, berkualitas dan berwawasan luas.
Dengan mengisi pertanyaan-pertanyaan yang telah tersedia sebagai jawabannya kedalam godagan atau kolom rubrik yang disediakan para pengelola/pengasuh media.
Selain untuk sekedar iseng mengisi waktu luang yang menjenuhkan, apa bila kita dapat menjawab seluruh pertanyaa dengan benar dan jitu, maka pengisi/penggemar rubrik ini boleh mengharap hadiah yang telah dijanjikan, siapa tahu nasib baik/keberuntungan sedang berada ditangannya, karena tidak semua jawaban yang benar akan memperoleh hadiahnya. Karena jawaban TTS yang masuk kemeja pengasuh jumlahnya bisa mencapai ribuan sehingga perlu digunakan sistem undi.
Adalah merupakan kegembiraan tersendiri bila namanya tercantum sebagai salah satu pemenang karena keberhasilannya dapat mengisi jawaban pertanyaan kedalam kotak-kotak TTS dengan akurat, disamping kegemaran untuk mengisi rubrik TTS ini amatlah banyak bermanfaat untuk mengasah daya ingat dan menambah wawasan serta mengembangkan potensi intelektual dirinya, yang menjadi pertanyaan, siapa penemu yang telah berhasil menciptakan kotak-kotak TTS dan kapan?
Menurut sumber yang dapat dipercaya dan diakui oleh masyarakat internasional adalah seorang jurnalis atau wartawan majalah internasional “World” yang terbit di Amerika Serikat bernama Arthur Winn, yang tentu saja sebelumnya telah melakukan experimen-experimen dengan disaksikan oleh rekan-rekan seprofesinya pada tahun 1913. Dan hasil penemuan dan karya ciptaannya itu disambut gembira oleh rekan-rekan seprofesinya, serta dari kalangan intelektual lainnya, serta merupakan aktifitas yang sangat disukai dan digemari untuk mengisi waktu senggang maupun santai seusai membaca berita dan artikel lainnya yang termuat dimedia cetak favorietnya. Sayangnya perjalanan panjang media cetak sudah tidak menjanjikan lagi, karena mayoritas masyarakat intelektual sendiri perhatiannya sudah banyak yang beralih kemedia elektronik digital yang tidak menyediakan rubrik TTS (teka-teki silang) lagi. (medio Januari 2026).




