Cirebon | mediasinarpagigroup.com – F (42), penjual sate di Desa Kedungbunder, Kecamatan Gempol, Cirebon pada Selasa (17/2) tewas secara tragis. Korban dinyatakan meninggal dunia usai berkali-kali ditusuk oleh adik kandungnya, SPD (34).
Tragedi berdarah itu diduga karena pelaku kesal dengan kakaknya yang telat saat berdagang sate. Selain itu, motif SPD membunuh kakaknya karena merasa diperlakukan tak adil terkait hasil dari bisnis keluarganya itu.
Fakta pembunuhan sadis itu diungkapkan oleh Kapolsek Gempol Kompol Rynaldi Nurwan setelah polisi berhasil membekuk SPD.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku merasa kesal karena korban sering datang terlambat dan merasa tidak adil karena usaha tersebut usaha bersama keluarga,” katanya ditulis pada Rabu (18/2).
Saat F datang, SPD emosi tusuk pisau 5 kali punggung.
“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami lima luka tusukan di bagian punggung belakang,” tambahnya. F dibawa RS, meninggal di perjalanan. SPD kabur ke sawah, ditangkap pukul 16.00 WIB.
Polisi sita pisau gagang merah dan pakaian korban. Imbas dari insiden berdarah itu, SPD kini meringkuk di penjara usai tertangkap.
“Usai melakukan penusukan, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi kejadian,” tutup Rynaldi.(Sispono S)




