Taput | mediasinarpagigroup.com – Pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tapanuli Utara yang akan dihelat 27 November 2024, hastag ‘Hu Haholongi Do Ho’ yang dipilih pasangan calon (paslon) Satika Simamora-Sarlandy Hutabarat, terus meluas diperbincangkan warga net.
Lewat hastag hu haholongi do ho yang yang sengaja diciptakan Satika Simamora itu, paslon nomor urut 1 Satika-Sarlandy jadi semakin dikenal calon pemilih dan jadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat.
Hastag hu haholongi do ho, yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya ‘Aku Mengasihi Mu-red) juga menjadi topik perbincangan dengan saban hari selalu viral pada berbagai platform media sosial, terutama Facebook.
Warga net sepertinya terhipnotis dengan kata ‘holong’ yang berarti kasih, dibuktikan dengan banyaknya perbincangan tentang hastag tersebut di dunia maya.

Tidak semua postingan netizen yang berfikir positif. Segelintir pihak ada juga yang sengaja memplesetkan arti hu haholongi do ho dengan tujuan tertentu untuk menjatuhkan nama baik Satika Simamora.
“Hastag Satika Simamora, Hu Haholongi Do Ho, hari ini sangat viral. Saya cipika-cipiki dengan bapak pun berseliweran di medsos. Saya cantik pun dikomentari. Apa pun yang saya lakukan, bahkan pakai kaca mata hitam sekali pun ada saja orang yang berusaha memelintir di medsos,” ucap Satika Simamora pada pelantikan serentak Tim Pemenangan dan Relawan 3 Kecamatan se-Luat Pahae di Lapangan Sarulla, Kecamatan Pahae Jae, Selasa (24/09/2024).
Saat itu, ribuan warga dari 3 kecamatan se-Luat Pahae, yakni Pahae Jae, Simangumban dan Kecamatan Purbatua hadir dan menyaksikan acara pelantikan dan doa pemberangkatan Persatuan Toga Sihombing dan berbagai doa pemberangkatan para tetua, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama se-Luat Pahae.
Satika Simamora lalu membeberkan alasan memilih hastag tersebut. Tentu segala resiko telah dipertimbangkan sebelum memutuskan maju di Pilkada. Satika Simamora mengatakan tidak pernah bernafsu menjadi seorang Bupati Tapanuli Utara.
Salah satu faktor yang mendorong adalah elektabilitas tinggi, sehingga partai PDIP memerintahkan dirinya sebagai kader terbaik partai maju Pilkada Taput. Padahal pada Pileg 2024 Satika Simamora terpilih menjadi anggota DPRD Sumatera Utara.

Satika Simamora menilai, dengan terpilih menjadi anggota DPRD Sumut, bahkan menjadi peraih suara tertinggi membuktikan masih banyak masyarakat yang cinta kepada Satika Simamora.
“Terimakasih banyak telah memilih saya pada pileg kemarin. Saya terpilih di DPRD Sumut karena kalian mengasihi saya. Kalian juga yang membuat elektabilitas Satika menjadi sangat tinggi, lalu partai melihat hal itu dan memerintahkan kader terbaiknya maju Pilkada Taput,” bebernya.
Soal hastag hu haholongi do ho, Satika mengungkapkan sengaja mengusung politik kasih karena yakin dengan prinsip nya. Bahwa dengan kasih, saling mengasihi di antara sesama manusia, itulah yang dikehendaki Tuhan Yang Maha Kuasa, seperti yang diajarkan agama mana pun. Sayangnya menurut Satika, kasih di antara sesama saat ini terasa semakin menipis dalam pergaulan sehari-hari.
“Kenapa saya memilih hastag hu haholongi do ho? Karena kasih sayang di antara sesama sudah semakin menipis. Jika nanti Tuhan izinkan kami, Satika-Sarlandy menjadi Bupati -Wakil Bupati Taput, kita akan kembalikan itu semua, untuk bagaimana kita sama -sama mengasihi. Karena dengan saling mengasihi, kita dapat menyelesaikan semua masalah,” ucap Satika.

Satika Simamora lalu berpesan kepada seluruh tim pemenangan dan relawan yang baru saja dilantik, agar dalam bekerja mengutamakan kasih dalam merebut hati pemilih. Tidak boleh arogan, apalagi menyebarkan kebencian.
“Kepada bapak ibu, saudaraku semua tim pemenangan dan relawan Satika-Sarlandy yang baru dilantik. Bekerjalah sungguh-sungguh. Jangan sebarkan hoax, jangan arogan, karena politik kita adalah politik kasih. Hu haholongi do ho,” seru Satika Simamora.(L.Gaol)




