Solok | mediasinarpagigroup.com – SMA Negeri 1 Bukit Sandi Kab.Solok Sumatera Barat yang berada di Jl. Muara Panas,Cupak, tahun 2023 Kepala Sekolah nya yaitu Firdaus, memiliki jumlah Siswa/I sekitar 509, lalu sekolah menerima dana BOS Reguler ada 2 tahap, untuk tahap 1 sekolah menerima tanggal 21 Maret 2023 Rp 402.398.472,- tahap 2 sekolah menerima tanggal 24 Juli 2023 Rp 404.655.000,-
Sebagaimana aturan yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti RI, bahwa sekolah yang menerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler pengelolaan nya dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. Fleksibilitas, yaitu penggunaan Dana BOS Reguler dikelola sesuai dengan kebutuhan sekolah; 2. Efektivitas, yaitu penggunaan Dana BOS Reguler diupayakan dapat memberikan hasil, pengaruh, dan daya guna untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah; 3. Efisiensi, yaitu penggunaan Dana BOS Reguler diupayakan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa dengan biaya seminimal mungkin dengan hasil yang optimal; 4. Akuntabilitas, yaitu penggunaan Dana BOS Reguler dapat dipertanggungjawabkan secara keseluruhan berdasarkan pertimbangan yang logis sesuai peraturan perundang-undangan; 5. Transparansi, yaitu penggunaan Dana BOS Reguler dikelola secara terbuka dan mengakomodir aspirasi pemangku kepentingan sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Selanjutnya sekolah yang menerima dana BOS wajib hukum nya melaporkan pengunaan nya ke Kementrian terkait melalui aplikasi yang ada, hal ini agar kementrian terkait mengetahui dikemanakan dana BOS tersebut dan public juga dapat mengawasinya.
Laporan Kepala SMA Negeri 1 Bukit Sandi Kab.Solok Sumatera Barat ke Kementrian terkait terhadap pengunaan dana BOS reguler tahap 1 tahun 2023 katanya digunakan untuk :
- pengembangan perpustakaan Rp 10.500.000
- kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 16.620.000
- kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 66.748.487
- administrasi kegiatan sekolah Rp 105.605.249
- pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 13.130.000
- langganan daya dan jasa Rp 29.756.358
- pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 19.705.015
- penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 25.000.530
- pembayaran honor Rp 72.500.000
- Total Dana terserap Rp 359.565.639
Lalu laporan Kepala SMA Negeri 1 Bukit Sandi Kab.Solok Sumatera Barat ke Kementrian terkait terhadap pengunaan dana BOS reguler tahap 2 tahun 2023 katanya digunakan untuk :
- penerimaan Peserta Didik baru Rp 27.913.750
- kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 26.444.650
- kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 46.190.300
- administrasi kegiatan sekolah Rp 69.789.782
- pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 900.000
- langganan daya dan jasa Rp 25.470.038
- pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 72.365.719
- Total Dana terserap Rp 332.536.239
Berdasarkan hasil investigasi hukum yang dilakukan oleh LBHK-Wartawan Sumatera Barat diduga Kepala Sekolah merekayasa laporan penggunaan dana BOS tahun 2023 ke kementrian terkait melalui aplikasi yang ada, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara, hal tersebut dikatakan oleh Syahrul,SH.,MH selaku Advokat / Pengacara dan Konsultan Hukum dari LBHK-Wartawan, baru – baru ini dalam konprensi pers dikantornya.
Sebut saja terhadap kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran yang menyerap dana BOS Reguler tahun 2023 sekitar Rp. 112 juta lebih, adapun modus dugaan korupsi terhadap kegiatan tersebut yaitu membuat laporan kegiatan fiktif seolah – olah kegiatan terlaksana padahal faktanya tidak ada sama sekali kegiatan dimaksud.
Berikutnya terhadap kegaiatan administrasi kegiatan sekolah yang menyerap dana BOS tahun 2023 sekitar Rp.175 Juta lebih, modus dugaan korupsi nya yaitu membuat laporan fiktif seolah – olah kegiatan terlaksana diatas kertas fakta dilapangan tidak ada sama sekali, selanjutnya informasi terkait hal itu tidak ada terlihat disekolah tersebut.
Lalu terhadap kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah tahun 2023 yang meneyerap dana BOS sekitar Rp.92 juta lebih, fakta dilapangan tidak terlihat jelas apa – apa saja Sarana Prasarana Sekolah yang dipelihara oleh Kepsek sementara informasi terkait hal itu tidakj ada terlihat disekolah tersebut, modus korupsi nya yaitu Kepsek menghubungi pihak – pihak penjual barang / bahan yang ada di SIPLah lalu disepakati barang / bahan diantar atau dibayarkan jumlahnya 15 tetapi ditulis pada kwitansi atau faktur pembelian membengkak menjadi 65.
Tahun 2022 SMA Negeri 1 Bukit Sandi Kab.Solok Sumatera Barat menerima dana BOS Reguler ada 3 tahap, untuk tahap 1 sekolah terima tanggal 21 Maret 2022 Rp 274.752.000 , tahap 2 sekolah terima tanggal 21 Juli 2022 Rp 366.323.608,- tahap 3 sekolah terima tanggal 11 Oktober 2022 Rp 274.752.000,- diduga Kepsek juga dalam membuat laporannya ada praktek rekayasa alias manipulasi.
Untuk itu saat ini LBHK-Wartawan Banten saat ini lagi mengumpulkan alat bukti dari sumber yang ada disekolah maupun sumber yang ada diluar sekolah, lalu bila ada pihak – pihak yang tau dugaan korupsi tersebut lembaga Kami siap menerima informasi dan alat bukti hal itu dengan cara dapat menghubungi Kami di Email : lbhwartawan@gmail.com.
Dipihak lain lembaga Kami akan melaporkan Kepsek ke Tipikor Polres Solok dan Polda Sumbar berikut ke Kejari Solok serta Kejati Sumbar sebab diduga dalam pengelolaan dana BOS tersebut ada perbuatan melawan hukum (PMH), dengan harapan agar dugaan korupsi dana BOS regular tahun 2022-2023 di SMA Negeri 1 Bukit Sandi Kab.Solok Sumatera Barat di usut, bila terbukti maka wajib hukumnya dimasukkan ke penjara.
Wartawan Media ini berupaya konfirmasi ke SMA Negeri 1 Bukit Sandi Kab.Solok Sumatera Barat mendatangi sekolah tersebut, namun sangat disayangkan Kepsek tidak ada disekolah ujar beberapa Guru.(Aditia/Tm/Red).




