Taput | mediasinarpagigroup.com – Jembatan beton penghubung beberapa desa di Siualuompu kecamatan Tarutung, KabupatenTapanuli Utara, Sumatera Utara yang ambruk akibat di terjang banjir dan badan jalan mengalami kerusakan sangat parah sejak dua tahun terakhir.
Masyarakat setempat membutuhkan perhatian dari pemerintah karena dengan kondisi seperti itu mengakibatkan aktivitas warga terganggu, bahkan warga harus memutar lebih jauh lagi untuk melewati jalur untuk menuju pusat kota Tarutung, maupun ke arah kecamatan Sipoholon, sehingga perekonomian warga setempat juga ikut terganggu.
Keadaan ini menuai sorotan, Ferry Silitonga ketua fraksi Golkar DPRD Tapanuli Utara yang juga tempat tinggalnya dekat dengan jembatan yang ambruk mengatakan jembatan tersebut sudah lama ambruk, “kita sudah pernah bangun jembatan darurat dari batang pohon kelapa, oleh swadaya masyarakat,
Keberadaan jembatan itu sudah 2 tahun tidak disentuh pembangunan, bahkan warga dengan bergotong royong, sudah pernah membangun jembatan darurat dari batang pohon kelapa , namun dengan kondisi jembatan kembali hilang di terjang banjir. saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk di swadaya pembangunannya oleh warga.
“Jembatan ini adalah satu-satunya jalur penghubung beberapa desa, meski ada jalur alternatif lainnya namun memerlukan waktu untuk menuju ke kecamatan,”katanya.
Ferry Silitonga yang tokoh pemuda di desa tersebut, kerap turun membantu ditengah-tengah warga, berharap semoga pemerintah dapat memperhatikan kondisi ini dengan cepat mencari solusi untuk masyarakat dan membangun jembatan secepatnya, karena jembatan tersebut merupakan jalur utama perekonomian masyaraka. Selasa (6/1/2026)
“Jika tidak ada perbaikan jembatan secara maksimal, maka akan menghambat perekonomian masyarakat, karena ada warga yang bertani maupun pedagang dan lainya. Kemudian juga kasihan anak-anak di desa setempat yang berangkat sekolah harus memutar dengan jarak lebih jauh,”katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Siraja Oloan Haposan Purba menyebutkan bahwa jembatan itu mengalami kerusakan sudah dua tahun. Tapi selama rusak pihaknya bersama masyarakat sekitar juga pernah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya.
“Yang menjadi perhatian kita adalah anak-anak sekolah sudah tidak bisa lagi melintas jembatan tersebut, ketika mereka aktif bersekolah maka terpaksa harus melewati melalui desa hutabagot menuju Tarutung, desa Simanungkalit Kecamatan Sipoholon, dan jembatan gantung di Pardangguran yang membutuhkan waktu untuk menuju ke sekolahnya,”katanya.
Dikatakannya, bahwa tidak hanya aktivitas para siswa saja menjadi terhambat, namun masyarakat pun ikut terkendala, itu harus melewati jalur dari kecamatan lain terlebih dahulu dan ini sudah menjadi keluhan bagi warga di kawasan tersebut.
“Sekarang kita membutuhkan perhatian dari pemerintah agar jembatan gantung berkonstruksi kayu itu dibuat yang baru, kalau misalnya tidak mencukupi anggaran maka dapat direhab untuk memudahkan masyarakat dalam beraktivitas,”kata Haposan
Bahkan tidak hanya itu, kata dia, jalan akses menuju antar desa kawasan tersebut sudah sangat memprihatinkan dan berharap ke depannya ada solusi terbaik dari pemerintah Provinsi, khususnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk perbaikan jembatan tersebut.(L.Gaol)




