Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Dalam dunia pewayangan kita mengenal salah seorang ksatria titisan Batara Wisnu yaitu R. Rama Wijaya, seorang raja yang bijaksana, sakti mandraguna, pembela kebenaran dan keadilan serta pembasmi kejahatan dan keangkara-murkaan yang terkenal pula dengan ajaran kepemimpinan nya, yaitu Asta Bharata yang memiliki arti delapan karakter (sifat/watak) kepemimpinan yang memiliki falsafah alam, mengandung arti.
Pertama “Matahari” yang dapat menerangi alam jagad raya dan menghidupi alam semesta.
Kedua, “Bulan” cahaya sinarnya yang terang benderang mampu membuat tenteram hati dan perasaan bagi yang melihatnya.
Ketiga, “Kartika” atau Bintang yang dapat menghiasi keindahan panorama malam, disamping sebagai pedoman waktu dan arah, artinya seorang pemimpin dapat menjadi panutan yang baik bagi seluruh rakyat yang dipimpin nya.
Keempat, “Mendung” yang nampak mencemaskan atau menghawatirkan, tapi manakala sudah turun hujan, airnya malah dapat memberi manfaat bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya (manusia), artinya kemarahan/kekecewaan seorang pemimpin yang terkadang ditunjukan dengan “diam” adalah demi untuk kebaikan/kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya, tidak sekedar emosi menuruti hawa nafsunya.
Kelima, “Bumi” yang lapang penuh dengan tanaman dan hewan ternak, bersifat kuat sentausa dan suci. keenam, “Samudra” yang berarti luas tanpa batas, artinya seorang pemimpin perlu memiliki wawasan yang luas.
Ketujuh, “Api” yang dapat memberi manfaat bagi kehidupan umat manusia/rakyat yang dipimpinnya, tetapi harus hati-hati memanfaatkannya.
Kedelapan, “Angin” yang dapat memenuhi segala ruang dan tempat, bila bertiup bisa kesegala arah/penjuru tanpa putus/berhenti, artinya seorang pemimpin mampu berjalan masuk kesegala penjuru wilayah kekuasaannya tanpa membeda-bedakan baik buruknya suatu tempat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang sangat viral di media sosial dengan initial KDM sebagai figur yang digemari dan bahkan dicintai oleh masyarakat wong cilik/rakyat jelata, karena setiap harinya tidak pernah duduk disinggasana Gubernuran, tapi lebih banyak bertualang njajah desa milangkori tanpa kenal batas waktu dan tempat, serta selalu memberikan bantuan kepada berbagai lapisan masyarakat sesuai dengan kebutuhan masing-masing ini layak dikategorikan pemimpin yang ideal, identik dengan falsafah Asta Bharata yang memiliki delapan karakter/sifat yang sangat terpuji, sebagaimana yang diajarkan oleh tokoh dalam jagad pewayangan yang terkenal sakti mandra-guna, pengayom, suri tauladan, adil dan bijaksana yaitu R. Rama Wijaya.(Red)




