Selasa, Maret 31, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Diduga Kongkalikong PT.Adhi Karya: Masyarakat Padang Belimbing Koto Sani Kecewa dan Khawatir Terancam Bencana Lagi

media sinar pagi group by media sinar pagi group
Maret 31, 2026
in Peristiwa
0
Diduga Kongkalikong PT.Adhi Karya: Masyarakat Padang Belimbing Koto Sani Kecewa dan Khawatir Terancam Bencana Lagi
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Koto Sani | mediasinarpagigroup.com –  Pemasangan batu Bronjong normalisasi sungai Batang Imang di Padang Belimbing, nagari Koto Sani, kembali menjadi sorotan tajam publik karena diduga lalai dan ada permainan kong kalingkong yang mencuat dan menjadi persepsi negatif masyarakat terdampak bencana.28/3/2026

Anehnya, sering terjadi mogok kerja para pekerja kuli pemasangan batu Bronjong karena terlantarnya pembayaran gaji pekerja yang tidak tepat waktu. “Padahal pekerja nya sangat mengharapkan sekali gaji yang diterima tsb untuk memenuhi makan anak saya pagi dan sore,” ungkap salah satu pekerja dengan nada sedih.

RELATED POSTS

OTT: Membungkam Pers atau Membersihkan Profesi dari Pengkhianatnya Sendiri?

SMA Negeri 10 Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024 Menerima Dana BOS Rp.2,4 M lebih, Diduga Jadi Ajang Korupsi

Kejanggalan yang menjadi sorotan tajam masyarakat yaitu pemasangan batu Bronjong yang menggunakan batu setempat tidak ada kompensasi dari pihak PT Adhi Karya. Batu tersebut tidak dibayarkan atau dihargai perkubiknya. Hal yang aneh disini sebelumnya ada kompensasi dari PT Adhi Karya selama 20 hari berlansung, awal memulai pemasangan batu Bronjong yang juga ada kesepakatan bersama pemerintahan, tokoh masyarakat nagari, forkopincam,dan uang yang di dapatkan dari kompensasi batu tsb di gunakan untuk kepentingan masyarakat terutama bagi masyarakat terdampak bencana tsb lalu tiba-tiba ada saja perubahan mendadak batu tsb tidak dibayarkan lagi.

Diketahui pihak PT Adikarya sudah berkerja lebih kurang 4 bulan sejak awal ia memulai pekerjaannya namun belum menampakkan hasil yang signifikan malahan menimbulkan polemik dan permasalahan yang selalu muncul sehingga melalaikan perkerjaan nya.

Selain itu pemasangan batu Bronjong juga di duga tidak sesuai sfesikasinya di saksikan warga penggunaan batu yang di pasangkan untuk pemasangan batu Bronjong terlihat janggal ia memasangkan kedalam kawat Bronjong tsb banyak mengunakan batu yang berukuran kecil di kwatirkan tidak kokoh dan mudah bobol jika ada datang banjir di saat musim hujan datang nantinya ujar warga

Masyarakat sudah mengalami penderitaan ditambah lagi dengan berbagai polemik permasalahan. “Kami sangat khawatir terjadi lagi banjir bandang susulan karena cuaca tidak menentu. Kami berharap pemerintah bisa membantu kami,” ujar seorang warga.

Pihak PT Adhi Karya, yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini, belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan ini. Namun, masyarakat berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan tegas untuk memastikan bahwa pekerjaan ini dilakukan dengan baik dan sesuai spesifikasi.

Menanggapi polemik dan keluhan masyarakat terdampak bencana, awak media sinar pagi juga mengkonfirmasi pihak PT Adi karya pelaksana pekerjaan t yaitu koordinator lapangan nya pak Purnomo mencoba untuk menghubunginya melalui via telp seluler nya ia tidak menjawab dan chat WA nya juga tidak di balas nya meskipun telah berulang kali di hubungi.

Kemudian warga terdampak lansung pak Joni yang tebing dapur rumahnya runtuh sebagian terbawa arus banjir bandang yang lalu ia mengaku mengeluhkan dengan cara kerja pihak PT Adi karya dengan mengali tebing rumah nya yang runtuh untuk di pasangkan batu Bronjong, pak Joni mengaku pada awak media sinar pagi group lalu pergi di tinggal begitu saja dalam kondisi terbengkalai kemudian pindah lagi ketempat yang baru,selain itu ia juga tidak memprioritaskan yang lebih rawan untuk di pasangkan batu bronjong nya ,maka dari sini lah bobolnya tebing sungai yang berada pada ruas sungai yang berbelok, banjir bandang yang terjadi pada bulan ramadhan kemaren 9/3/2026

“Kami tidak ingin menjadi korban lagi. Kami ingin pekerjaan ini selesai dengan baik dan kami bisa hidup aman,” ujar seorang warga.

Masyarakat juga meminta agar pemerintah kabupaten Solok dan provinsi Sumatra Barat untuk segera mencari solusi dan mempercepat pekerjaan normalisasi sungai pemasangan batu Bronjong ini.

“Kami sangat khawatir terjadi lagi banjir bandang susulan karena cuaca tidak menentu. Kami berharap pemerintah bisa membantu kami,” ujar seorang warga.

Sorotan:

– Pemasangan batu Bronjong normalisasi sungai Batang Imang di Padang Belimbing, Koto Sani, diduga lalai dan ada permainan kongkalingkong.

– Masyarakat mempertanyakan mengapa pekerjaan ini tidak dilakukan dengan cepat dan efektif.

– Pihak PT Adhi Karya belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan ini.

– Masyarakat berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan tegas untuk memastikan bahwa pekerjaan ini dilakukan dengan baik dan sesuai spesifikasi.

Lanjutan:

Masyarakat Koto Sani terus memantau perkembangan pekerjaan normalisasi sungai Batang Imang ini dan berharap agar pemerintah dapat segera menyelesaikan permasalahan ini. “Kami hanya ingin hidup aman dan tenang, tanpa harus khawatir akan bencana lagi,” ujar seorang warga.

Pekerjaan normalisasi sungai Batang Imang ini memang sangat penting untuk mencegah terjadinya banjir bandang susulan. Namun, masyarakat berharap agar pekerjaan ini dilakukan dengan baik dan sesuai spesifikasi, bukan hanya untuk kepentingan politik atau ekonomi semata.

“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan tegas dan memastikan bahwa pekerjaan ini dilakukan dengan baik dan sesuai spesifikasi,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Masyarakat Koto Sani akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan dan mengungkap permainan kong kaling ini keselamatan bagi warga mereka. “Kami tidak akan menyerah, kami akan terus berjuang untuk hak-hak kami,” ujar seorang warga dengan tekad yang kuat.(Defrizal)

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

OTT: Membungkam Pers atau Membersihkan Profesi dari Pengkhianatnya Sendiri?

OTT: Membungkam Pers atau Membersihkan Profesi dari Pengkhianatnya Sendiri?

Maret 31, 2026
SMA Negeri 10 Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024 Menerima Dana BOS Rp.2,4 M lebih, Diduga Jadi Ajang Korupsi

SMA Negeri 10 Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024 Menerima Dana BOS Rp.2,4 M lebih, Diduga Jadi Ajang Korupsi

Maret 31, 2026
Dana BOS Rp.2,8 M lebih Diterima SMA Negeri 9 Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024 Diduga Dikorupsi Kepsek

Dana BOS Rp.2,8 M lebih Diterima SMA Negeri 9 Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024 Diduga Dikorupsi Kepsek

Maret 31, 2026
Dana BOS Rp.4,1 M lebih Diterima SMA Negeri 8 Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024, Diduga Jadi Ajang Korupsi

Dana BOS Rp.4,1 M lebih Diterima SMA Negeri 8 Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024, Diduga Jadi Ajang Korupsi

Maret 31, 2026

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.