Senin, April 6, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Cegah Penyebaran Rabies, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir Sosialisasi di Sekolah

media sinar pagi group by media sinar pagi group
April 29, 2024
in Uncategorized
0
Cegah Penyebaran Rabies, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir Sosialisasi di Sekolah
0
SHARES
88
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samosir | mediasinarpagigroup.com – Dalam rangka pencegahan penyebaran penyakit Rabies, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir menggencarkan pencegahan melalui sosialisasi bahaya dan cara pencegahan gigitan anjing rabies dengan menyasar sekolah-sekolah. Sosialisasi digelar di SDN 8 Sianting-anting dan SDN 28 Parlondut, Kecamatan Pangururan, Senin (29/4).

Hadir dalam sosialisasi tersebut Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dr. Tumiur Gultom, SP.,MP. Kabid Perkebunan dan Peternakan Freddy Marbun, S.Pt, drh. Megawati Aritonang, beserta staf, dan Kasi Kesra Kecamatan Pangururan Nadariana Nainggolan

RELATED POSTS

Rp.2,2 M lebih Dana Desa Thn 2023 sd 2025 Diterima Desa Sangkup Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan, Diduga Dikorupsi Kades

NPCI Banyumas Kirimkan 3 Atletnya Ikuti PPJAP

Plt. Kadis Ketapang dan Pertanian Dr. Tumiur Gultom, SP, MP menyampaikan, di Kabupaten Samosir selama periode Januari hingga April Tahun 2024 ini, ada 18 kasus dan telah mengirimkan spesimen untuk diperiksa di Balai Veteriner Medan, dan hasilnya ada 10 yang positif.

Sosialisasi ini dilakukan untuk mengajak para siswa sebagai informan rabies di lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungannya masing-masing.

“Kami memberikan pemahaman terkait penyakit rabies dan ciri-ciri hewan penularnya, bagaimana cara dan penanganannya, serta langkah apa yang dilakukan jika terjadi gigitan hewan penular rabies. Sekaligus mengajak siswa menjadi informan terkait rabies,” katanya.

Dalam sosialisasi ini, narasumber drh. Megawati Aritonang menjelaskan kepada para siswa apa itu penyakit Rabies, apa saja hewan-hewan penular rabies (HPR), langkah langkah pencegahan dan penanganan jika terjadi kasus gigitan oleh HPR.

Megawati menyampaikan, Rabies dikenal juga dengan penyakit anjing gila. Rabies merupakan penyakit infeksi pada sistem syaraf pusat (otak) yang disebabkan oleh Rabdovirus. Penyakit ini dapat ditularkan melalui gigitan hewan yang terkena rabies, diantaranya adalah anjing, kucing, dan kera.

“Virus rabies bersifat zoonosis yang bisa menular dari hewan ke manusia. Virus terdapat pada air liur hewan yang sakit rabies dan biasanya ditularkan kepada manusia/hewan lainnya melalui gigitan, serta jilatan pada kulit yang terluka atau selaput lendir mata dan mulut”, jelasnya.

Jika terjadi gigitan oleh HPR, Megawati menghimbau agar segera mencuci luka gigitan dengan menggunakan sabun batang dengan air mengalir selama 10-15 menit kemudian berikan antiseptik dan kemudian melaporkan Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai SOP.

Pada umumnya, hewan yang paling sering menularkan rabies pada manusia adalah Anjing. Anjing yang terkena rabies memiliki ciri-ciri, beberapa diantarnya adalah bersembunyi di tempat gelap dan sejuk, mulut terbuka, air liur berlebihan, bertipe ganas, menggigit dan menyerang apa saja yang bergerak/dijumpai, lari tanpa tujuan, dan biasanya ekornya berada diantara dua paha belakang.

“Penyakit rabies dapat menjadi penyakit yang sangat fatal dan dapat menyebabkan kematian apabila tidak mendapatkan penanganan sedini mungkin. Oleh karena itu, memiliki pengetahuan tentang pertolongan pertama dari penyakit rabies dapat membantu melindungi diri kita dan orang-orang di sekitar kita dari ancaman rabies’, kata drh. Megawati Aritonang.

Sebelumnya, Kabid Perkebunan dan Peternakan Freddy Marbun, S.Pt mengharapakan dengan adanya kegiatan ini, siswa/i bisa memahami dan mengerti bahaya penyakit rabies karena umumnya kasus gigitan terjadi pada anak-anak. (Kirman)

 

 

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Rp.3,6 M lebih Dana Desa Thn 2023 sd 2025 Diterima Desa Casem Baru Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang, Masyarakat Duga Dikorupsi

Rp.2,2 M lebih Dana Desa Thn 2023 sd 2025 Diterima Desa Sangkup Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan, Diduga Dikorupsi Kades

Juli 17, 2025
NPCI Banyumas Kirimkan 3 Atletnya Ikuti PPJAP

NPCI Banyumas Kirimkan 3 Atletnya Ikuti PPJAP

Juni 19, 2025
Wakil Bupati Solok Hadiri Lomba Kelompok Tani Senagari Sumani

Wakil Bupati Solok Hadiri Lomba Kelompok Tani Senagari Sumani

Juni 19, 2025
Polres Purbalingga Ungkap Kasus Pencurian di SPBU Karangduren Bobotsari

Polres Purbalingga Ungkap Kasus Pencurian di SPBU Karangduren Bobotsari

Juni 19, 2025

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.