Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono secara resmi menerima 160 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Wilayah Kabupaten Banyumas. Acara penerimaan digelar di Pendopo Wakil Bupati Banyumas pada Rabu (7/1/2026) tersebut dihadiri Rektor Unsoed Purwokerto, para civitas akademika Unsoed Purwokerto, Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan para peserta KKN. KKN kali ini mengkolaborasikan jenis KKN tematik reguler, pemberdayaan masyarakat, dan tematik penurunan resiko bencana sebagai fokus utama dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Rektor Unsoed Purwokerto Prof Akhmad Sodiq dalam kesempatan tersebut mengungkapkan program kerja KKN di Kabupaten Banyumas mengkolaborasikan jenis KKN tematik reguler, pemberdayaan masyarakat, dan tematik penurunan resiko bencana sebagai fokus utama.
“Dengan kerjasama dengan BPBD Kabupaten Banyumas, kami juga telah melaksanakan pembekalan kepada adik-adik mahasiswa ini. Kami harapkan adik-adik mahasiswa ketika terjun ke masyarakat sudah benar-benar siap, matang untuk berkolaborasi dan bekerja dengan masyarakat,” ucapnya
Ia mengatakan para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di Wilayah Kabupaten Banyumas tersebar pada 9 Desa di Wilayah Kecamatan Somagede dan 6 Desa di Wilayah Kecamatan Kedungbanteng dan akan berlangsung selama 35 hari. Menurutnya, program kerja yang saat ini dirancang telah sesuai dengan potensi bencana di masing-masing daerah tersebut.
“Kami akan berusaha untuk meningkatkan kapasitas dan ketahanan masyarakat desa dalam menghadapi bencana,” tuturnya
Lebih jauh pihaknya berharap mahasiswanya dapat berkontribusi secara nyata pada masyarakat dan kelembagaan yang ada melalui lima tema yang telah ditentukan yakni di bidang ekonomi, pemberdayaan lingkungan, kesehatan, pendidikan dan pemerintahan desa.
Untuk itu, Bupati Sadewo dengan senang hati menerima para mahasiswa untuk melaksanakan KKN di Wilayah Kabupaten Banyumas. Menurutnya, kegiatan kkn ini merupakan saat yang tepat bagi mereka untuk berbaur dan mengabdi secara langsung dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya belajar untuk menerapkan teori ke dalam praktik, tetapi juga dituntut untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, memahami persoalan, serta melakukan analisis dan pendampingan guna membantu mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi desa,” tuturnya
Ia mengatakan dengan tema yang diusung ‘Unsoed merakyat, Unsoed berdampak: penguatan resiliensi dan kemandirian desa melalui pemberdayaan masyarakat menuju indonesia emas 2045’ dinilai sangat relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Banyumas dan pemerintah pusat saat ini.
“Ini menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di desa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ucapnya
Sadewo juga berharap para mahasiswa KKN mampu menggali dan mengembangkan potensi lokal desa serta merancang program-program yang tepat guna dan berkelanjutan, yang dapat diawali dengan hal-hal yang sederhana namun berdampak.(Widoyo)




