Taput | mediasinarpagigroup.com – Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi acuan bagi instansi pemerintahan yang diatur dalam Undang-undang No 28 tahun 1999.
Anggaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung sesuai dengan LKPJ Bupati Tapanuli Utara tahun 2023 yang telah terealisasi menjadi pertanyaan publik terkait anggaran yang diduga tumpang tindih.
Ketika hal ini dipertanyakan melalui surat konfirmasi oleh tim media yang terdiri dari monalisa.com dan mediasinarpagigroup.com kepada pihak RSUD Tarutung sekitar 13 September 2024 bukan mendapatkan jawaban bahkan pihak RSUD mempertanyakan legalitas salah satu media.
Sesuai dengan permintaan pihak RSUD wartawan media monalisa.com melengkapi seluruh berkas termasuk Akte Pendirian Badan Hukum dan berkas lainnya di sampaikan setelah berkoordinasi dengan Pimpinan Redaksi.
Beberapa item anggaran yang menjadikan bahan pertanyaan kepada pihak RSUD adalah pengadaan alat kesehatan penunjang medic fasilitas pelayanan kesehatan RP 5.364.036.940.belanja modal pengadaan alat kesehatan RP 1.831.931.711.. Belanja modal alat kesehatan bantuan pemerintah ( hibah) RP 1.311.340.000. Belanja kalibrasi peralatan kesehatan rumah sakit RP 269.753.588. Belanja transportasi rujukan pasien dan mengantar jenazah RP 708.803.750. Belanja jasa pemantauan dan pelaporan kualitas lingkungan rumah sakit RP 201.509.400. Belanja publikasi san promosi pelayanan kesehatan rumah sakit RP 130.597.400. Belanja perjalanan dinas luar daerah RP 397.744.975. Belanja pendidikan dan pelatihan peningkatan SDM RP 335.108 118. Belanja peralatan keberhsihan dan bahan pembersih RP 713.865.310. Belanja pengangkutan limbah B3 medis RP 515.000.670. Belanja makanan dan minuman petugaa penanganan covid -19 RP 220.269.823. Belanja cetak RP 1.479.123.618. Belanja telepon, internet, air listrik Tv kabel retribusi kebersihan Rp 1.515.033.955. Belanja komponen /instalasi listrik Rp 92.306.090. Perayaan hari hari besar Rp 108.038.820.
Ketika hal ini di konfirmasi kepada Direktur RSUD dr. Janri Nababan melalui WhatsApp tidak mendapat balasan dan teleponya tidak diangkat.
Humas RSUD Tarutung Nove br Simbolon menjelaskan kepada awak media beberapa item penggunaan anggaran yang menjadi konfirmasi tim media. Perayaan hari besar dimaksud adalah Hari Kemerdekaan 17 Agustus dan hari jadi Kabupaten Tapanuli Utara tanpa merinci kegiatan penggunaan anggaran tersebut.
Terkait belanja umum pengadaan barang dan jasa BLUD Rp 80.052 100 Nove menjelaskan anggarannya digunakan untuk koordinasi terkait perbelanjaan barang RSUD Tarutung ke medan.
Penanganan Limbah B3 RSUD itu di pihak ketigakan yang di tangani oleh perusahaan PT. Horas Miduk yang berada di Medan tanpa merinci bentuk limbah yang dimaksud.
Belanja Kalibrasi peralatan kesehatan rumah sakit bentuknya adalah pemeliharaan alat kesehatan, sementara pengertian kalibrasi merupakan pembanding maupun tolak ukur. Terkait belanja transportasi rujukan pasien dan mengantar zenajah pasien selalu dibebankan dengan pembayaran Novi menjelaskan bahwa anggaran yang dituangkan sesuai dengan LKPJ tersebut di gunakan untuk gaji supir, minyak mobil ambulance. Ketika ditanyakan berapa PAD dari pemakaian Ambulance Humas RSUD dapat menjawab.
Belanja publikasi dengan anggaran fantastis Nove menjelaskan penggunaan anggaran tersebut untuk promosi pelayanan kesehatan rumah sakit, publikasi, iklan baliho stiker dan budibac. Terkait anggaran untuk penanganan Covid 19 dipergunakan untuk gaji tenaga medis dimana pada saat itu masih ada pasien yang masih ditangani ujarnya.
Ketika tim media menanyakan bukankah pada bulan Februari 2023 pemerintah telah mengeluarkan status vovid sudah reda ? Novi berdalih masih ada pasien masih ditangani saat itu dan sebagian anggaran tersebut digunakan untuk gaji tenaga medis yang belum dibayarkan tahun 2022 .
Anggaran belanja alat kesehatan yang jumlahnya cukup besar humas RSUD menjelaskan untuk pembelian Endoskopi alat THT dan alat kesehatan lainnya. Belanja pendidikan dan pelatihan peningkatan SDM dijelaskan tahun 2023 ada 74 orang tenaga medis yang mengikuti pelatihan dan pendidikan dengan pemakaian anggaran bervariasi dengan biaya maksimal 14 juta per orang dengan masa pendidikan bervariasi ada 1 bulan bahkan 6 bulan ujarnya kepada awak media.
Ketua LSM LP3-SU Arfan Saragi ,SH menghimbau sudah seharusnya anggaran RSUD Tarutung diaudit secara serius dan transparan melihat jumlah anggaran yang begitu besar dan fantastis. Jangan sampai uang rakyat dirampok dan disalah gunakan untuk kepentingan sendiri maupun memperkaya diri sendiri.
Setelah mengamati besarnya jumlah penggunaan anggaran di RSUD Tarutung perlu pengawasan serius dari tim audit maupun masyarakat termasuk rekan rekan media.
Sampai hari ini saya masih penasaran terkait penanganan limbah maupun keberadaan perusahaan PT. HORAS MIDUK yang katanya berlokasi di Medan. Bahkan saya sudah lacak di google pun alamatnya tidak saya temukan ujarnya kepada wartawan.(L.Gaol)




