• Contact
  • mediasinarpagigroup.com
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Suara Rakyat Adalah Suara Tuhan : Negeri Ini Dibangun Dengan Perjuangan Dan Tetetsan Darah, Oleh Widoyo Satmoko

media sinar pagi group by media sinar pagi group
Juni 12, 2026
in Peristiwa
0
Suara Rakyat Adalah Suara Tuhan :  Negeri Ini Dibangun Dengan Perjuangan Dan Tetetsan Darah, Oleh Widoyo Satmoko
0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banyumas | mediasinarpagigrouo.com – Melalui slogan “Jas Merah” Sang Proklamator Kemerdekaan Negeri kita, Dr. Ir. Soekarno (alm) mantan Presiden RI, pernah berpesan kepada para generasi penerusnya untuk jangan sekali-kali meninggalkan/melupakan sejarah bangsa Indonesia yang lahir dari semangat  perjuangan, pengorbanan dan tetesan darah para patriot pejuang kemerdekaan.     

Menurut salah seorang tokoh masyarakat dan prndidikan daerah Banyumas, yang juga pemerhati masalah sosial lingkungan kemasyarakatan, pernah mengkritisi dan memberikan opini terhadap situasi dan kondisi yang sedang terjadi dan dihadapi segenap bangsa dan masyarakat terutama rakyat jelata alias wong cilik  dalam era globalisasi tekhnologi digital dan informasi yang berkembang begitu pesat.       Diungkapkan, kedudukan tertinggi di negeri kita ini adalah rakyat.  

Rakyat yang memiliki kedaulatan tertinggi, rakyat mempunyai keberadaban, karena bersentuhan langsung dengan segala warna kehidupancserta kejadiannya dan keadaannya, maka apa yang dikeluhkan rakyat, apa yang dirasakan rakyat akan sangat berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang memiliki dasar negara yakni Pancasila dan UUD ’45.

Apabila rakyat merasakan penderitaan, akibat terhimpit dan terjepit, bahkan sampai menyeret dalam keadaan miskin dan melarat, atas nama negara dan demi kepentingan bangsa, seharusnya pemerintah dan lembaga-lembaga terkait.mengambil tindakan yang bersifat melepaskan kondisi dan keadaan rakyat yang terjepit, menderita lagi melarat.              

Bukan sebaliknya kebijakan-kebijakan pemerintah menjadikan rakyat lebih sengsara, menderita dan terjepit. Bahayanya adalah ketika pengendali dalam diri manusia Indonesia, yaitu agama atau ajaran Tuhan kalah dan dikalahkan oleh kemiskinan dan kemelaratan.    Sehingga keamanan dan pertahanan bangsa dalam kondisi bahaya, disebabkan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah atau lembaga terkait yang lebih mementingkan penguasa dan para pengusaha. Bila kondisi pertahanan dan keamanan bangsa dalam situasi yang rawan, maka yang akan hancur adalah nilai dan sifat/karakter persatuan bangsa Indonesia.           

Kenapa? Karena nilai-nilai kerakyatan dalam hikmat kebijaksanaan, serta permusyawaratan tidak tertuju pada kepentingan rakyat, melainkan tertuju pada kepentingan penguasa dan pengusaha. Dan sungguh rakyat selalu dijadikan korban dari kebijakan-kebijakan dan keputusan-keputusan penerintah.        

Dan bila terus sistem kebangsaan dan sistem kenegaraan dibangun Indonesia yang lebih mengedepankan kepentingan kelompok, penguasa, pengusaha dan para konglomerat, dengan argumen dan sistem politik yang tidak sesuai dengan amanat perjuangan rakyat dan jauh dari nilai-nilai proklamasi perjuangan bangsa Indonesia, pastilah tidak akan pernah terwujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.          

Selanjutnya pemerhati masalah sosial lingkungan kemasyarakatan itu menghimbau kepada seluruh pejuang kepentingan/suara rakyat dan berbagai komunitas yang berpihak kepada rakyat untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap para penghasut yang akan meruntuhkan semangat perjuangan pro-rakyat berdasarkan proklamasi.

Beliau berharap, para.pimpinan lembaga tinggi negara legislatif maupun yudikatif untuk bisa mendengarkan, mempertimbangkan dan mengabulkan permohonan rakyat, jangan sampai memaksakan dan memberlakukan kebijakan-kebijakan serta keputusan-keputusan yang tidak sesuai dengan keinginan dan tunturan rakyat dan tuntutan rakyat. “Maksudnya agar kehidupan berbangsa dan bernegara dinegeri ini selalu utuh dan terjaga oleh nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan”, katanya.                Suara rakyat adalah suara Tuhan, rakyat adalah lautan karomah.             

Bangsa kita telah merdeka dan jangan biarkan ekonomi asing menjajah negeri kita. Dia sangat berharap, pemerintah dan para pengendali lembaga legislatif sebagai wakil rakyat dapat bertindak dan berlaku sebagai pemimpin yang pro-rakyat, membela kepentingan rakyat. Jangan sampai kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi rusak karena tidak ada keseimbangankoordinasi antara rakyat dan pemimpinnya. Dikhawatirkan adanya revolusi sepihak yang dilakukan oleh rakyat.                

 “Negeri ini dibangun dengan perjuangan dan tetesan darah dan mengedepankan semangat proklamasi. Dia berpesan agar para pemimpin dan seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, kembali kepada proklamasi dan UUD 1945 dan Pancasila sebagai konstitusi rakyat. Semoga Tuhan  melindungi segenap bangsa Indonesia. (Bumi Satria, 12 juni 2026)

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized

SITE LINKS

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org
  • Contact
  • mediasinarpagigroup.com
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Contact
  • mediasinarpagigroup.com
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.