Senin, Mei 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Saat Kendil Ekonomi Tak Stabil : KEBENARAN MENGAJARKAN KITA SALING BERBAGI, Oleh Widoyo Satmoko

media sinar pagi group by media sinar pagi group
Mei 18, 2026
in Peristiwa
0
Saat Kendil Ekonomi Tak Stabil :  KEBENARAN MENGAJARKAN KITA SALING BERBAGI, Oleh Widoyo  Satmoko
0
SHARES
34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Dalam pergaulan hidup  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, ada sebuah nasehat filosofis konfusius yang amat baik, terutama bagi siapa saja yang hidupnya merasa sudah sukses, memiliki kekayaan materi, kepandaian/keakhlian, kekuasaan, popularitas dan sebagainya, agar mereka lebih berhati-hati, karena semua itu merupakan anugrah Tuhan, sekaligus merupakan batu ujian.

Menurut para akhli psykhologi, konfusius merupakan sebuah aliran kepercayaan yang berasal dari Tiongkok, kemudian bersama-sama dengan pemikiran-pemikiran Lao Tse bersatu dengan agama Budha menjadi dasar Tauisme.

RELATED POSTS

Pesta Pembangunan Kantor Dinas Dan Konsistori Gereja HKBP Maranata Sip Benar Kab Rokan Hilir Rohil Riau Terlihat Meriah

Polda Sumut Bongkar Jaringan Narkoba di Simalungun-Batubara, Mahasiswa hingga Bandar 245 Gram Sabu Diciduk

Penafsiran kalimat dapat bermacam-macam, tetapi semua bersifat nasehat yang positif seperti : jangan sombong, takabur, sembrono, aja dumeh/mentang-mentang, jangan pamer atau menghina.

Menurut orang-orang bijak, dosa yang disandang manusia itu berawal oleh karena kesombongannya, contohnya seperti Adolf Hitler dengan Garuda Swatika (Nazi) yang punya motto Germany Uber Als / bangsa Jerman adalah nomer satu didunia, akibatnya hancur dan matinya penuh misteri. Seperti kisah Raja Fir’aun yang memiliki kekayaan dan kekuasaan bahkan berani mengaku sebagai Tuhan, yang akhirnya tenggelam kedalam lautan. Nyatalah bahwa kesombongan adalah awal dari kehancuran.

Banyak orang yang menjadi lupa daratan, bahwa kekayaan, kemewahan, kepandaian dan kekuasaan yang dimiliki dan disandangnya itu merupakan titipan dari Tuhan yang seharusnya digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan sesama ummat manusia dan kelak harus dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan YME.

Penafsiran kedua bersifat kosmologi/religius, bahwa semua perbuatan manusia dialam semesta ini selalu diawasi dan tidak lepas dari pengamatan Tuhan yang memelihara kita dengan penuh cinta-kasih dan sayang. Tuhan sebagai pencipta dan penguasa alam ini tidak pernah tidur barang sekejappun, dia maha melihat, maha mendengar, maha mengetahui, maha bijaksana  dan maha kuasa.

Penafsiran yang lain diambil dari bagian pupuh Asmaradana dalam serat Centhini (karangan para pujangga zaman susuhunan Paku Buwana V dari Kasunanan yang merupakan suluk sapta langit (tujuh langit), bahwa  setiap manusia punya tingkat/langit yang disebut “roh” yang merupakan ilustrasi tingkat-tingkat keinginan didunia manakala perjalanan manusia mencapai “sangkan paraning dumadi”, dari tingkat roh yang terendah hingga mencapai ketingkat roh yang tertinggi.

Pertama, Roh dasar/hewan berorientasi pada kebutuhan biologis/nafsu hewani. Kedua, Roh nabati orientasi kebutuhan hedonis/makan-minum. Ketiga, Roh napsani berorientasi pada tindakan ethis orientasi kepada kebaikan. Empat  Roh rohani orientasi pada hikmat/keilmuan. Lima, Roh nurani berorientasi pada hati nurani/moralis. Enam, Roh rabani berorientasi pada keyakinan pada Tuhan. Tujuh, Roh kapi berorientasi pada hidup bersama Tuhan.

Pada hakekatnya setiap orang dituntut dalam menjalani hidup ini setiap waktu berupaya untuk menjadi baik dan benar, mencapai hidup setia dan pasrah kepada Tuhan dan mengejar kegaris dimana iman kita tetap terjaga untuk mencapai kehidupan dalam kenuliaan Tuhan atau manunggaling kawula gusti.         Saat manusia dilahirkan untuk memayu hayuning bawana langgeng, menjadikan dunia ini baik, melalui awal perbuatan menjadikan manfaat bagi manusia. Sedangkan aksesories mengandung amanah yang bersifaf altruis, berguna bagi manusia, jangan sampai menjadi contoh buruk seperti korupsi, berjudi, main wanita, foya-foya dan hura-hura serta perbuatan maksiat lainnya, sebab akan menerima akibat dan hukuman yang setimpal.

Dalam mutiara hikmah Khalil Gibran pernah menyatakan, bahwa kebenaran ibarat bintang yang tak terlihat kecuali dalam ketemaraman malam.

Kebenaran ibarat barang tang indah didunia tanpa memperlihatkan maksud-maksudnya, kecuali bagi mereka yang pertama kali merasakan kekhilafan.

Kebenaran adalah keindahan hati yang mengajarkan kita agar mensyukuri nikmat kehidupan sehari-hari dan membagi-bagi kebahagiaan yang sama dengan orang banyak. Apalagi disaat kendil perekonomian masyarakat sedang tidak stabil, ketimpangan banyak terjadi dimana-mana, kaum elit/ekonomi sulit semakin terjepit dan menjerit, jangankan meraih  pundi-pundi emas, mendapatkan sekantong beras saja harus mengantri  berdesakan.

Ada sebuah ungkapan yang layak direnungkan, bahwa hidup dan seisinya adalah karunia terindah dari sang maha karya, yang maha kuasa yang layak disyukuri dan diisi dengan segala perbuatan dan aktifitas yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Bukan malah sebaliknya, dihancurkan dengan berbagai delik permisif. Hanya selalu mengagungkannya manpu membuat manusia tidak takabur.

Menurut orang-orang bijak, hidup harus berlandaskan pada 3 hal, yakni keluhuran, kesejahteraan dan ilmu pengetahuan. Bila tidak memiliki satu dari ketiga itu, ibarat masih berharga daun jati kering, habislah arti hidup sebagai manusia, karena hanya akan merasakan penderitaan/serat Wedatama bab. IV sinom 29.* (Purwokerto, medio Mei 2026 / Dari ber bagai sumber refrensi).

 

 

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Pesta Pembangunan Kantor Dinas Dan  Konsistori Gereja HKBP Maranata  Sip Benar Kab Rokan Hilir Rohil Riau Terlihat Meriah

Pesta Pembangunan Kantor Dinas Dan Konsistori Gereja HKBP Maranata Sip Benar Kab Rokan Hilir Rohil Riau Terlihat Meriah

Mei 18, 2026
Polda Sumut Bongkar Jaringan Narkoba di Simalungun-Batubara, Mahasiswa hingga Bandar 245 Gram Sabu Diciduk

Polda Sumut Bongkar Jaringan Narkoba di Simalungun-Batubara, Mahasiswa hingga Bandar 245 Gram Sabu Diciduk

Mei 18, 2026
Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kapolda Jateng Panen Jagung Bersama Petani di Boyolali

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kapolda Jateng Panen Jagung Bersama Petani di Boyolali

Mei 18, 2026
Polsek Karanganyar dan Warga Bantu Bocah Tersesat Bertemu Keluarga

Polsek Karanganyar dan Warga Bantu Bocah Tersesat Bertemu Keluarga

Mei 18, 2026

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.