Sabtu, April 25, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Dana Bantuan Pertanian Diduga Tertahan, Muncul Dugaan Permainan Bunga oleh Oknum

media sinar pagi group by media sinar pagi group
April 25, 2026
in Peristiwa
0
Dana Bantuan Pertanian Diduga Tertahan, Muncul Dugaan Permainan Bunga oleh Oknum
0
SHARES
104
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sumatera Barat | mediasinarpagigroup.com – Realisasi penyaluran dana bantuan untuk lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera Barat menuai sorotan tajam. Pasalnya, dana yang disebut-sebut telah ditransfer oleh pemerintah pusat sejak Januari 2026, baru diterima oleh kelompok tani pada April 2026, itupun dilaporkan belum sepenuhnya tersalurkan.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Keterlambatan selama lebih dari tiga bulan dinilai tidak wajar, mengingat kebutuhan petani untuk memulihkan lahan pascabencana bersifat mendesak. Sejumlah pihak bahkan mulai menduga adanya praktik tidak transparan, termasuk kemungkinan dana tersebut sempat “diparkir” untuk kepentingan tertentu.

RELATED POSTS

Kepala SD Negeri Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Diduga Korupsi Dana BOS Rp.791 Juta lebih Thn 2025-2024

Dana BOS Rp.881 Juta lebih Diterima D Negeri Tigaraksa III, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024, Diduga Jadi Ajang Korupsi

Masyarakat pun menyoroti potensi adanya permainan bunga deposito oleh oknum pejabat yang memiliki kewenangan dalam proses distribusi anggaran tersebut. Dugaan ini muncul seiring minimnya penjelasan resmi terkait keterlambatan penyaluran dana dari pihak terkait.

Kritik keras turut disampaikan oleh anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade. Ia menilai lambannya realisasi bantuan menunjukkan lemahnya pengawasan serta buruknya tata kelola distribusi anggaran di daerah. Menurutnya, bantuan yang seharusnya menjadi solusi cepat bagi petani justru terhambat oleh birokrasi yang tidak efisien.

“Ini bukan hanya soal keterlambatan administratif, tapi menyangkut nasib petani yang bergantung pada lahan sawah mereka hanya itu tempat mengadu untuk bertahan hidup,” ujar Andre dalam pernyataannya.

Senada dengan itu, kekecewaan juga diungkapkan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat beberapa hari lalu. Ia menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah pusat seharusnya segera disalurkan tanpa hambatan di tingkat daerah.

Amran meminta seluruh jajaran terkait untuk mempercepat proses distribusi dan memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan dana tersebut. Ia juga menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh jika ditemukan indikasi pelanggaran.

Di sisi lain, kelompok tani yang terdampak mengaku berada dalam kondisi sulit akibat keterlambatan ini. Banyak lahan yang belum dapat digarap kembali karena keterbatasan modal, dan untuk bertahan memikul dari dampak bencana saja sudah sangat berat bagi kami kami tidak ada lahan lain untuk berpindah,  sementara musim tanam terus berjalan.

Sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Barat menilai situasi ini sebagai bentuk kelalaian serius yang harus segera ditindaklanjuti. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan investigasi guna memastikan tidak adanya praktik penyalahgunaan wewenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai alasan pasti keterlambatan penyaluran dana tersebut. Transparansi dan akuntabilitas pun menjadi tuntutan utama agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara tetap terjaga.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pengawasan terhadap distribusi bantuan harus diperketat, terutama dalam situasi pasca bencana. Ketepatan waktu dan ketepatan sasaran menjadi kunci utama agar bantuan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.(Def/Tim)

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Kepala SD Negeri Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Diduga Korupsi Dana BOS Rp.791 Juta lebih Thn 2025-2024

Kepala SD Negeri Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Diduga Korupsi Dana BOS Rp.791 Juta lebih Thn 2025-2024

April 25, 2026
Dana BOS Rp.881 Juta lebih Diterima D Negeri Tigaraksa III, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024, Diduga Jadi Ajang Korupsi

Dana BOS Rp.881 Juta lebih Diterima D Negeri Tigaraksa III, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024, Diduga Jadi Ajang Korupsi

April 25, 2026
SD Negeri Tigaraksa 02, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Menerima Dana BOS Rp.748 Juta lebih. Diduga Dikorupsi Kepsek Thn 2025-2024

SD Negeri Tigaraksa 02, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Menerima Dana BOS Rp.748 Juta lebih. Diduga Dikorupsi Kepsek Thn 2025-2024

April 25, 2026
Rp.959 Juta lebih Dana BOS Diterima SD Negeri Perum Mustika, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024, Diduga Dikorupsi

Rp.959 Juta lebih Dana BOS Diterima SD Negeri Perum Mustika, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Thn 2025-2024, Diduga Dikorupsi

April 25, 2026

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.