Subang | mediasinarpagigroup.com – Merasa keberatan dengan harga baju seragam orang tua murid Sekolah Dasar Negeri Panjalin yang berlokasi di Dusun Panjalin Desa Dukuh Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang Jawa Barat mengadu ke Warga pasalnya setiap murid diharuskan membeli baju seragam berwarna hitam-hitam dengan harga Rp.170.000,-(seratus tujuh puluh ribu rupiah) sebanyak satu stel yang dirasa terlalu mahal dan memberatkan, hal ini dikatakan oleh seorang tokoh Masyarakat yang tidak mau namanya disebutkan dimedia ini, (21/04/2026)
Menurut tokoh yang meminta namanya dirahasiakan untuk tidak disebutkan kepada Media ini mengatakan bahwa baju seragam tersebut disamping harganya kemahalan kwalitas bahannya jika dipakai kurang dapat menyerap keringat.
Seharusnya “masih kata tokoh masyarakat bahwa saat diadakan rapat Ketua Dewan Komite Sekolah turut hadir untuk dapat memutuskan mengenai akan adanya penjualan Baju seragam dan memastikan harganya berdasarkan kesepakatan antara orang tua murid, pihak sekolah dan dewan Komite Sekolah yang tidak memberatkan serta sifatnya tidak memaksa untuk membeli, pungkasnya.
Sementara Kepala SD Ngeri Panjalin Sunarsih saat dimintai Klarifikasi/Konfirmasi mengakui adanya penjualan Baju seragam tersebut, dirinya mengetahui dan mengizinkan serta menyetujui, untuk Lebih jelas silahkan saja konfirmasi ke Ketua Komite Sekolah.
Dilain pihak yakni ketua Dewan Komite Sekolah Dasar Negeri Panjalin ketika diklarifikasi lewat telepon selulernya/WhatsApp kepada Media Buser Bhayangkara 74.com mengiyakan adanya penjualan Baju seragam itu, ini inisiatif Komite dan disetujui oleh orang tua murid, baju seragam tersebut dipasok oleh pedagang dari Indramayu tanpa menyebutkan nama orang dan nomer telephon Selulernya.
Salah satu Anggota LSM Subang Pantura EDI saat dimintai tanggapannya menegaskan bahwa Sekolah ditingkat SD dan SMP dilarang menjual belikan Buku dan baju seragam karena telah diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP) juga Permendikbud dengan tidak menyebutkan sedetil-detilnya PP dan Permendikbud tersebut, saya sangat menghimbau agar tidak ada lagi hal itu terjadi di wilayah Pantura khususnya di Kabupaten Subang pada umumnya,tegasnya.(Dores/Tim)
