Kabupaten Tangerang | mediasinarpagigroup.com – SD Negeri Jambe I, Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang Thn 2025 memiliki jumlah Siswa/I sekitar 394, lalu sekolah tersebut menerima dana BOS Reguler ada 2 tahap, untuk tahap 1 sekolah menerima tanggal 21 Januari 2025 sekitar Rp 179.270.000,- dana BOS tahap 2 sekolah terima tanggal 17 September 2025 Rp 179.179.600 ,- yang mana dana penggunaan dana BOS tahun 2025 belum dilaporkan pihak sekolah ke Kementrian terkait hal ini ada apa ? tegas Tb.Abdul Fatah, SH selaku Ketua Umum dan Advokat / Pengacara di LBH-BPPKB Banten, dalam konprensi Pers dikantornya, Jumat (17/4/2026).
Ditambahkan Fatah, Kepala Sekolah wajib melaporkan penggunaan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Mengeah RI melalui sistem aplikasi pengelolaan Dana BOS. Pelaporan ini dilakukan secara berkala (biasanya per tahap) sesuai ketentuan, dan jika sekolah tidak bisa melaporkan secara online, pelaporan dapat dilakukan secara manual, mengapa Kepala Sekolah Wajib Melaporkan Dana BOS ? – Laporan ini penting untuk memastikan dana BOS digunakan secara akuntabel dan transparan., –Pelaporan merupakan salah satu syarat pencairan dana BOS tahap berikutnya., Laporan yang akurat menjadi dasar bagi Kementruan untuk melakukan audit dan evaluasi guna perbaikan kebijakan pendanaan sekolah.
Tahun 2024 SD Negeri Jambe I, dana BOS sekolah terima ada 2 tahap, untuk tahap 1 sekolah terima tanggal 18 Januari 2024 Rp 163.345.000,– lalu dana BOS tahap 2 sekolah terima tanggal 12 Agustus 2024 Rp 161.029.950,–
Laporan Kepala SD Negeri Jambe I, terhadap penggunaan dana BOS tahun 2024 tahap 1 katanya digunakan untuk : – pengembangan perpustakaan Rp 18.416.400kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 9.055.000kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 16.933.000administrasi kegiatan sekolah Rp 12.524.000pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 6.680.000langganan daya dan jasa Rp 3.668.350pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 34.158.000penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 5.750.000pembayaran honor Rp 56.160.000, Total Dana Rp 163.344.750
Lalu laporan Kepala SD Negeri Jambe I, terhadap penggunaan dana BOS tahun 2024 tahap 2 katanya digunakan untuk : – penerimaan Peserta Didik baru Rp 18.345.000kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 3.000.000kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 32.829.600administrasi kegiatan sekolah Rp 11.234.000langganan daya dan jasa Rp 5.641.250pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 22.145.000penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 13.900.000pembayaran honor Rp 56.160.000, Total Dana Rp 163.254.850
Berangkat dari laporan kepala sekolah terhadap penggunaan daa BOS tahun 2024 diatas, LBH-BPPKB Banten melakukan invesitgasi dilapangan, fakta ditemukan yang mana diduga Kepsek merekayasa laporannya ke Kementrian hal ini dapat merugikan keuangan Negara alias diduga ada korupsinya.
Sebut saja terhadap pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca tahun 2024 yang menyerap dana BOS sekitar Rp.18 Juta lebih diduga laporan Kepsek ke Kementrian direkayasa hal ini berdasarkan ketarangan berbagai pihak baik sumber yang ada disekolah maupun pihak lainnya sepertinya pihak sekolah bekerjasama dengan distributor, yang mana distributor terbitkan Kwitansi pembelian atau faktur pembelian serta berita acara penyerahan barang / buku yang direkayasa atau di mark up.
Sebut saja, terhadap kegiatan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain DAN pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain menyerap dana BOS tahun 2025 sekitar Rp.55 Juta lebih, diduga dikorupsi Kepsek, adapun modusnya yaitu membuat laporan kegiatan Fiktip.
Selanjutnya terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana 2025 yang meneyerap dana BOS sekitar Rp.56 juta lebih, fakta dilapangan tidak terlihat jelas apa – apa saja Sarana Prasarana Sekolah yang dipelihara oleh Kepsek sementara informasi terkait hal itu tidak ada terlihat disekolah tersebut, modus korupsi nya yaitu Kepsek menghubungi pihak – pihak penjual barang / bahan yang ada di SIPLah lalu disepakati barang / bahan diantar atau dibayarkan jumlahnya 5 tetapi ditulis pada kwitansi atau faktur pembelian membengkak menjadi 15.
Untuk itu, dugaan korupsi dana BOS Reguler di SD Negeri Jambe I, di usut tuntas, maka saat ini LBH-BPPKB Banten lagi mengumpulkan alat bukti dari sumber yang ada disekolah maupun sumber yang ada diluar sekolah, bila ada pihak – pihak yang mengetahui dugaan korupsi tersebut, lembaga Kami siap menerimanya dengan cara dapat menghubungi Kami di Email : lbhbppkbbanten@gmail.com
Dipihak lain lembaga Kami akan melaporkan Kepsek ke Tipikor Polresta Tangerang dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang sebab diduga dalam pengelolaan dana BOS Reguler tersebut ada perbuatan melawan hukum (PMH), dengan harapan agar dugaan korupsi dana BOS regular 2024 – 2025 di SD Negeri Jambe I, harus usut tuntas, bila terbukti maka wajib hukumnya pihak yang terlibat diduga korupsi dimasukkan ke penjara, tegas Fatah.
Media ini berupaya konfirmasi ke SD Negeri Jambe I, dengan mendatangi sekolah tersebut, namun sangat disayangkan belum bisa bertemu dengan Kepsek, beberapa Orang Tua Murid yang ditemui media ini disekitar sekolah mengatakan bahwa Kepsek tidak transparan menggunakan dana BOS, lalu Komite Sekolah juga tidak terbuka dan Tim BOS sekolah apakah ada atau tidak kami tidak mengetahui, ujar beberapa Ortu Siswa.(Dian/Tim/Red)




