Sabtu, Februari 14, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

SD Negeri 1 Bungko Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Thn 2025-2024 Menerima Dana BOS Rp.783 Juta lebih, Diduga Dikorupsi Kepsek

media sinar pagi group by media sinar pagi group
Februari 14, 2026
in Peristiwa
0
SD Negeri 1 Bungko Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Thn 2025-2024 Menerima Dana BOS Rp.783 Juta lebih, Diduga Dikorupsi Kepsek
0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kab.Cirebon | medisinarpagigroup.com – SD Negeri 1 Bungko Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon tahun 2025 Kepala Sekolah nya yaitu Tamjid, memiliki jumlah Siswa/I sekitar 425, lalu sekolah tersebut menerima dana BOS Reguler ada 2 tahap, untuk tahap 1 sekolah menerima tanggal 22 Januari 2025 sekitar Rp 195.500.000,– lalu dana BOS tahap 2 tahun 2025 diterima sekolah tanggal 8 Agustus   2025 Rp 195.500.000,-

Laporan Kepala Sekolah ke Kementrian terhadap Penggunaan dana BOS tahap 1 tahun 2025 kantanya digunakan untuk : – penerimaan Peserta Didik baru Rp 450.000pengembangan perpustakaan Rp 14.825.000kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 9.217.000kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 31.887.000administrasi kegiatan sekolah Rp 55.847.000langganan daya dan jasa Rp 9.092.500pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 44.781.500penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 3.000.000pembayaran honor Rp 26.400.000, Total Dana Rp 195.500.000

RELATED POSTS

Dana BOS Rp.840 Juta lebih Thn 2025-2024 Diterima SD Negeri 1 Grogol Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, Orangtua Murid Duga Dikorupsi Kepsek

Kepala SD Negeri 1 Kapetakan Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, Diduga Korupsi Dana BOS Rp.693 Juta lebih Dana BOS Thn 2025-2024

Lalu, laporan Kepala Sekolah ke Kementrian terhadap Penggunaan dana BOS tahap 2 tahun 2025 kantanya digunakan untuk : – penerimaan Peserta Didik baru Rp 2.077.500pengembangan perpustakaan Rp 40.140.000kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 6.916.000kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 28.423.000administrasi kegiatan sekolah Rp 60.105.300langganan daya dan jasa Rp 9.057.500pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 33.180.700pembayaran honor Rp 15.600.000, Total Dana Rp 195.500.000

Hal tersebut dikatakan oleh Syahrul, SH.,MH selaku Advokat/Pengacara LBH-Wartawan dalam konfrensi pers nya baru – baru ini dikantor nya, Rabu, (11/2/2026)

Ditambahkan Syahrul, perlu diketahui public yang mana Kepala Sekolah wajib melaporkan penggunaan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI  melalui sistem aplikasi pengelolaan Dana BOS. Pelaporan ini dilakukan secara berkala (biasanya per tahap) sesuai ketentuan, dan jika sekolah tidak bisa melaporkan secara online, pelaporan dapat dilakukan secara manual, mengapa Kepala Sekolah Wajib Melaporkan Dana BOS ? – Laporan ini penting untuk memastikan dana BOS digunakan secara akuntabel dan transparan., –Pelaporan merupakan salah satu syarat pencairan dana BOS tahap berikutnya., Laporan yang akurat menjadi dasar bagi Kementruan untuk melakukan audit dan evaluasi guna perbaikan kebijakan pendanaan sekolah.

Berangkat dari laporan kepala sekolah diatas, LBH-Wartawan Cirebon Raya telah melakukan invesitgasi dilapangan faktanya ditemukan diduga Kepsek merekayasa laporannya ke Kementrian hal ini dapat merugikan keuangan Negara alias diduga ada korupsinya.

Sebut saja terhadap pengembangan perpustakaan tahun 2025 yang menyerap dana BOS sekitar Rp.54 Juta lebih diduga laporan Kepsek ke Kementrian direkayasa hal ini berdasarkan ketarangan berbagai pihak baik sumber yang ada disekolah maupun pihak lainnya sepertinya pihak sekolah bekerjasama dengan distributor, yang mana distributor terbitkan Kwitansi pembelian atau faktur pembelian serta berita acara penyerahan barang / buku yang direkayasa atau di mark up.

Lalu, terhadap kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler SERTA kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran yang menyerap dana BOS tahun 2025 yaitu sekitar Rp.75 Juta lebih, diduga dikorupsi Kepsek, adapun modus dugaan korupsi terhadap kegiatan tersebut yaitu membuat laporan kegiatan fiktif dan atau markup seolah – olah kegiatan terlaksana padahal faktanya tidak ada sama sekali.

Selanjutnya terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana 2025 yang meneyerap dana BOS sekitar Rp.77 Juta lebih, fakta dilapangan tidak terlihat jelas apa – apa saja Sarana Prasarana Sekolah yang dipelihara oleh Kepsek sementara informasi terkait hal itu tidak ada terlihat disekolah tersebut, modus korupsi nya yaitu Kepsek  menghubungi pihak – pihak penjual barang / bahan yang ada di SIPLah lalu disepakati barang / bahan diantar atau dibayarkan jumlahnya 5 tetapi ditulis pada kwitansi atau faktur pembelian membengkak menjadi 15.

Tahun 2024 dana BOS diterima oleh SD Negeri 1 Bungko ada 2 tahap, tahap 1 sekolah terima tanggal 17 Januari 2024 Rp 196.420.000,- lalu tahap 2 sekolah terima tanggal 9 Agustus 2024 Rp 196.420.000,– laporan Kepsek ke Kementrian diduga direkayasa dan berpotensi merugikan keuangan Negara, adapun modus dugaan korupsi nya yaitu hampir sama dengan modus dugaan korupsi dana BOS tahun 2025.

Untuk itu, dugaan korupsi dana BOS Reguler di SD Negeri 1 Bungko,  di usut tuntas, maka,  saat ini LBH BPPKB Banten lagi mengumpulkan alat bukti dari sumber yang ada disekolah maupun sumber yang ada diluar sekolah, bila ada pihak – pihak yang mengetahui dugaan korupsi tersebut, lembaga Kami siap menerimanya dengan cara dapat menghubungi Kami di Email : lbhwartawan@gmail.com

Dipihak lain lembaga Kami akan melaporkan Kepsek ke Tipikor Polresta Cirebon serta ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon sebab diduga dalam pengelolaan dana BOS Reguler tersebut ada perbuatan melawan hukum (PMH), dengan harapan agar dugaan korupsi dana BOS regular 2025-204  di SD Negeri 1 Bungko, bila terbukti maka wajib hukumnya pihak yang terlibat diduga korupsi dimasukkan ke penjara, tegas Syahrul.

Media ini berupaya konfirmasi ke SD Negeri 1 Bungko mendatangi sekolah tersebut, namun sangat disayangkan belum bisa bertemu dengan Kepsek, beberapa Orang Tua Murid yang ditemui media ini disekitar sekolah mengatakan bahwa Kepsek tidak transparan menggunakan dana BOS, lalu Komite Sekolah juga tidak terbuka dan Tim BOS sekolah apakah ada atau tidak kami tidak mengetahui, ujar beberapa Ortu Siswa.(Adi/Tim/Red)

 

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Dana BOS Rp.840 Juta lebih Thn 2025-2024 Diterima SD Negeri 1 Grogol Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, Orangtua Murid Duga Dikorupsi Kepsek

Dana BOS Rp.840 Juta lebih Thn 2025-2024 Diterima SD Negeri 1 Grogol Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, Orangtua Murid Duga Dikorupsi Kepsek

Februari 14, 2026
Kepala SD Negeri 1 Kapetakan Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, Diduga Korupsi Dana BOS Rp.693 Juta lebih Dana BOS Thn 2025-2024

Kepala SD Negeri 1 Kapetakan Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, Diduga Korupsi Dana BOS Rp.693 Juta lebih Dana BOS Thn 2025-2024

Februari 14, 2026
Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Bakal Digelar Minggu

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Bakal Digelar Minggu

Februari 14, 2026
Polres Purbalingga Gelar FGD Implementasi KUHAP dan KUHP Baru

Polres Purbalingga Gelar FGD Implementasi KUHAP dan KUHP Baru

Februari 14, 2026

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.