Kamis, Februari 5, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Polemik Sesama Pengaku Wartawan di Surabaya, Praktisi Pers Ingatkan Etika Profesi

media sinar pagi group by media sinar pagi group
Februari 5, 2026
in Peristiwa
0
Polemik Sesama Pengaku Wartawan di Surabaya, Praktisi Pers Ingatkan Etika Profesi
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya | mediasinarpagigroup.com – Polemik antar pihak yang sama-sama mengaku sebagai wartawan kembali mencuat di Surabaya. Persoalan yang awalnya beredar di grup WhatsApp tersebut bahkan disebut telah mengarah pada laporan kepolisian dan ramai diberitakan oleh sejumlah media.

Seorang praktisi pers senior, akrab dipanggil Eko Gagak, mengaku menerima informasi awal terkait persoalan itu saat berbincang dengan rekannya di sebuah warung kopi kawasan perempatan Jalan Kenjeran Surabaya.

RELATED POSTS

Satlantas Polres Purbalingga Gelar Juguran dan Ngopi Bareng Ojol di Selabaya

Huntara Diresmikan Mendagri, Bupati Tapanuli Utara Pastikan Warga Tak Lagi di Pengungsian

Untuk memastikan duduk perkara, ia sempat mencoba menghubungi salah satu pihak yang terlibat, namun tidak mendapat respons.

“Saya kemudian menghubungi pihak lain untuk meminta penjelasan secara langsung terkait apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Eko Gagak saat dikonfirmasi, Selasa (3/02/2026).

Eko Gagak menegaskan, konflik terbuka yang melibatkan pengakuan sebagai wartawan berpotensi mencoreng nama baik profesi pers secara keseluruhan.

Menurutnya, wartawan adalah profesi yang memiliki tanggung jawab etika dan tidak bisa digunakan sembarangan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

“Wartawan itu profesi, bukan milik perorangan, apalagi dipakai atas nama LSM atau ormas. Nama wartawan harus dijaga sebagaimana menjaga diri sendiri dan sesama rekan seprofesi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemberitaan yang sudah dikonsumsi publik luas dapat menimbulkan dampak lanjutan bagi wartawan lain yang tidak terlibat dalam persoalan tersebut.

“Pemberitaan itu dilihat banyak orang. Jangan sampai karena konflik segelintir orang, seluruh wartawan ikut terkena imbasnya,” kata Eko Gagak.

Mengacu pada pengalamannya, Eko mengaku telah mengenal dunia jurnalistik sejak awal 1990-an dan menyaksikan langsung dinamika serta tantangan profesi pers, termasuk saat mengikuti persidangan kasus Marsinah di Surabaya pada 1993.

“Sejak awal, tuntutan jurnalistik bukan soal perut atau kepentingan sesaat. Ada idealisme dan tanggung jawab moral yang harus dijaga,” ujarnya.

Ia menilai, dalam dua dekade terakhir jumlah wartawan meningkat sangat signifikan, khususnya di Surabaya. Namun, peningkatan kuantitas tersebut tidak selalu diiringi dengan pemahaman etika dan kompetensi jurnalistik.

“Jumlahnya bisa ribuan, tapi tidak semuanya memiliki bekal pendidikan, pemahaman etik, dan tanggung jawab profesi yang memadai,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, Eko Gagak berharap seluruh pihak yang mengaku sebagai wartawan dapat kembali merujuk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers, serta mengedepankan klarifikasi dan verifikasi sebelum membawa persoalan ke ruang publik.

“Saya mengajak rekan-rekan wartawan yang masih memegang etika untuk tetap waras dan tidak terpancing. Profesi ini terlalu mulia untuk dirusak oleh konflik yang tidak perlu,” pungkasnya.(Ris)

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Satlantas Polres Purbalingga Gelar Juguran dan Ngopi Bareng Ojol di Selabaya

Satlantas Polres Purbalingga Gelar Juguran dan Ngopi Bareng Ojol di Selabaya

Februari 5, 2026
Huntara Diresmikan Mendagri, Bupati Tapanuli Utara Pastikan Warga Tak Lagi di Pengungsian

Huntara Diresmikan Mendagri, Bupati Tapanuli Utara Pastikan Warga Tak Lagi di Pengungsian

Februari 5, 2026
Efisiensi Ekstrim Yang Sedang Di Hadapi Oleh Pemerintah Daerah, Diduga Kuat Menjadikan Pemkab Rokan Hilir Kini Terancam Lumpuh Total

Efisiensi Ekstrim Yang Sedang Di Hadapi Oleh Pemerintah Daerah, Diduga Kuat Menjadikan Pemkab Rokan Hilir Kini Terancam Lumpuh Total

Februari 5, 2026
Banjir Cilamaya Karena Hujan Besar, Bupati Karawang: Respons Pemerintah Harus Lebih Besar

Banjir Cilamaya Karena Hujan Besar, Bupati Karawang: Respons Pemerintah Harus Lebih Besar

Februari 5, 2026

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.