Sabtu, April 4, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Luapan kekecewaan, Korban Banjir Bandang Pahae Bentang Spanduk Tolak Rehab Rumdis Bupati Taput

media sinar pagi group by media sinar pagi group
Oktober 9, 2025
in Peristiwa
0
Luapan kekecewaan, Korban Banjir Bandang Pahae Bentang Spanduk Tolak Rehab Rumdis Bupati Taput
0
SHARES
43
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Taput | mediasinarpagigroup.com – Spanduk berisi kekecewaan terhadap Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat dan DPRD Kabupaten Tapanuli Utara terbentang di lahan persawahan yang rusak di Pahae Jae akibat banjir bandang pada akhir Desember 2024, lalu.

Bentangan spanduk yang terlihat terpasang di lokasi persawahan, Kamis 9 Oktober 2025 ini, sebagai bentuk luapan kekecewaan warga masyarakat secara khusus para  korban banjir bandang.

RELATED POSTS

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja Menegaskan Menjaga Budaya Lokal Lewat Lebaran Maret 2026 Bekasi

Rp.1,3 M lebih Dana BOS Thn 2025-2024 Diterima SD Negeri Pondok Aren 01, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Seltan, Diiduga Dikorupsi Kepsek

Korban kecewa karena di saat lahan persawahan yang rusak belum ditanggulangi, ironisnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara justru mengangarkan biaya miliaran rupiah untuk rehablitasi rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Taput, yang dinilai sebagai kebijakan yang mendahukukan kegiatan yang tidak prioritas dan mengesampingkan kepentingan masyarakat.

Sementara itu, DPRD Tapanuli Utara daerah pemilihan V meliputi 4 kecamatan di Pahae selaku penyambung aspirasi masyarakat juga dinilai tidak menujukkan hati nurani.

Amatan wartawan, beberapa spanduk yang terbentang di lokasi lahan persawahan pahae yang rusak tersebut berbunyi :

“Pak Bupati Dengaran Jeritan dan  Tangisan Kami Ini”. “Hampir Satu Tahun Kami Menderita Karena Bapak Bupati Tidak Peduli. Bukan Uang Bapak kami minta.Tapi Uang Kami Yang Ada Pada Bapak”.

“Batalkan Renovasi Rumah Dinas Bapak. Perbaiki kehidupan kami.”

“Kami masyarakat Korban Banjir Bandang Pahae Menolak Keras Rencana Rehab Rumdis Bupati / Wakil Bupati. Alihkan Untuk Perbaikan Lahan Persawahan”.

“Anggota DPRD Taput Dapil V Mana Hati Nuranimu.Tolong Dengarkan Jeritan Kami Korban Banjir Bandang Pahae”.

Sarwedy Gultom, salah satu korban banjir bandang Pahae saat dikonfirmasi wartawan, Kamis 9 Oktober 2025 mengatakan bahwa, bentangan spanduk di lokasi persawahan rusak di Pahae Jae sebagai bentuk kekecewaan dan sekaligus berisi aspirasi mereka korban banjir bandang terhadap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengalokasian dana sebesar Rp.2.4 Miliard dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD ) Tapanuli Utara tahun anggaran  2025 ini untuk rehabilitasi rumah dinas Bupati – Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) dinilai melukai hati warga masyarakat Kecamatan Pahae Jae, secara khusus warga yang yang lahan persawahannya terdampak banjir bandang, pada akhir Desember 2024 lalu.

Kegiatan merehab rumah dinas Bupati – Wabup Taput disaat ratusan hektare lahan persawahan milik ratusan warga masyarakat tidak kunjung diperbaiki, dinilai mencerminkan ketidakadilan dan tidak adanya rasa kemanusiaaan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk rakyatnya.

Pasalnya, akibat banjir bandang itu, selain mengakibatkan sawah gagal panen, ratusan hektare lahan persawahan hingga kini belum dapat diusahai, karena material banjir masih menimpa lahan persawahan.

Sarwo Edy Gultom,  warga Desa Parsaoran Samosir, Pahae Jae, salah satu korban banjir bandang, kepada wartawan, Jumat, 26 September 2025 mengatakan, perbaikan ruangan  kerja Bupati dan rehabilitasi rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara sebagai bukti bahwa Bupati Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat tidak memiliki rasa keadilan dan kemanusiaan.

“Prioritas Bupati JTP lebih kepada kepentingan pribadi. Dengan alasan bahwa ratusan hektare lahan persawahan yang rusak akibat dampak banjir bandang di Pahae Jae sampai saat ini belum di sentuh oleh dana APBD,” katanya.

Padahal, kata Sarwo Edy, banjir bandang di Pahae  telah menimbulkan adanya masyarakat miskin baru, karena hilangnya mata pencaharian akibat  tidak dapat lagi mengusahai sawahnya.

“Seharusnya  Bupati Tapanuli Utara lebih mengutamakan keselamatan kehidupan rakyatnya dari pada kepentingan pribadinya sendiri. Atau seharusnya lebih mengutamakan perbaikan ratusan hektare lahan persawahan di Pahae dibandingkan memperbaiki ruangan kerjanya dan merehab rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati,” ucapnya.

Dihimpun oleh awak media ini akibat banjir bandang dari sungai  (aek) Sarulla  pada akhir Desember 2024, lalu mengakibatkan sekitar 119 hektare lahan persawahan gagal panen dan tidak dapat diusahai hingga kini akibat masih tertimbun material banjir bandang seperti tanah, kayu hingga batu.(L.Gaol)

 

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja Menegaskan  Menjaga Budaya Lokal Lewat Lebaran Maret 2026 Bekasi

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja Menegaskan Menjaga Budaya Lokal Lewat Lebaran Maret 2026 Bekasi

April 4, 2026
Rp.1,3 M lebih Dana BOS Thn 2025-2024 Diterima SD Negeri Pondok Aren 01, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Seltan, Diiduga Dikorupsi Kepsek

Rp.1,3 M lebih Dana BOS Thn 2025-2024 Diterima SD Negeri Pondok Aren 01, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Seltan, Diiduga Dikorupsi Kepsek

April 4, 2026
Rp.1,3 M lebih Dana BOS Thn 2025-2024 Diterima SD Negeri Pondok Aren 02, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, Diduga Dikorupsi

Rp.1,3 M lebih Dana BOS Thn 2025-2024 Diterima SD Negeri Pondok Aren 02, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, Diduga Dikorupsi

April 4, 2026
SD Negeri Pondok Betung 01, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Thn 2025-2024 Menerima Dana BOS Rp.1,3 M lebih, Orangtua Murid Duga Dikorupsi Kepsek

SD Negeri Pondok Betung 01, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Thn 2025-2024 Menerima Dana BOS Rp.1,3 M lebih, Orangtua Murid Duga Dikorupsi Kepsek

April 4, 2026

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.