Purwokerto | meiasinarpagigroup.com – Kembali Seniman Teater Gethek, Banyumas Edi Romadhon, Wartawan yang juga seorang Dosen, mengungkapkan perasaan.nya yang selalu galau mengamati perjalanan negeri terus diwarnai dengan gejolak.
Mari kita meyakini bahwa manusia adalah komputer yg senantiasa modern. Sepersekian detik dari ‘obah’ kita terekam permanen dan tercatat dg rapi jali. Episode laporan, dibuka semua, jari memapar layar dari seluruh nama bagian tubuh berkalkulasi. Penguasa jagad telah buati jalan gembira dan sengsara. Mumpung paru masih kolaborasi dg udara, mari mulai kini kita ikut hitung semua rugi hidup kita. Agar untung didapat, agar akhirat tak khianat, lalu sorga didapat. Aku ngendong, jokowi, gaul dong..!! (edhon)
Sebagai sesama jurnalis yang tergabung dalam group onlkne Banyumas Raya, aku mencoba mengimbangi gundah gulana yg selalu berkecamuk dihati sang seniman, dosen dan wartawan senior.
Mensana in corpore sano, memang, tubuh harus kuat, jiwa juga harus sehat. Kita tidak bisa hanya duduk berpangku tangan tanpa inisiatif apapun. Banyak jalan menuju Roma, tapi jangan sampai terjerumus dari dua jalur jalan yg harus ditempuh, yang lurus dan yang bengkok, yang terang dan yang gelap, pilihan ada ditangan kita dengan segala konsekuensi. Semua tidak lepas dari pengamatan dan pengawasan para malaikat, para menterinya Sang pencipta dan penguasa alam semesta ini, untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak, ber.hati2lah dalam mengambil kebijakan, sesal kemudian tak berguna, se.bahagia2nya orang yang lupa, masih bahagia orang yang selalu ingat dan waspada memilih jalan yang benar dan ridho. Dalam kondisi apapun tetaplah saling bersilaturahmi tanpa membedakan pangkat dan derajat, sebagaimana yang senantiasa dilakukan oleh KDM, Sang Ksatria Pajajaran, Gubernur Jawa Barat yang masih njajah desa milangkori, merangkul rakyat kecil yang banyak menderita kesengsaraan dan kesulitan melawan hidup untuk mencapai kesejahteraan. (salam sehat/Purwokerto, 26/6/2025).




