Sabtu, April 4, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Dindik Banyumas Gelar Seminar Nasional Hadirkan Wamendikdasmen

media sinar pagi group by media sinar pagi group
Januari 21, 2025
in Uncategorized
0
Dindik Banyumas Gelar Seminar Nasional Hadirkan Wamendikdasmen
0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menggelar Seminar Pendidikan Nasional, dengan mengusung tema “Quo Vadis Kompetensi Sosial Emosional Guru pada Era Deep Learning”. Kegiatan yang dihadiri oleh ribuan guru ini, digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Selasa 21 Januari 2025.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof Atip Latipulhayat, Pj Bupati Banyumas Iwanuddin Iskandar, SH, M.Hum dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Drs Joko Wiyono, S.Sos M.Si menjadi note speaker pada Seminar yang menghadirkan narasumber Darmadi, S.Pd, M.Pd Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Tengah dan Prof Retmo Dwiyanti, S.Psi, M.Si Ph.D, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

RELATED POSTS

Rp.2,2 M lebih Dana Desa Thn 2023 sd 2025 Diterima Desa Sangkup Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan, Diduga Dikorupsi Kades

NPCI Banyumas Kirimkan 3 Atletnya Ikuti PPJAP

Pj Bupati Banyumas Iwannudin Iskandar, menegaskan bahwa keberhasilan penerapan deep learning dalam dunia pendidikan tidak hanya ditentukan oleh metodologi yang digunakan. Ia menekankan pentingnya kompetensi sosial-emosional guru dalam mendukung efektivitas pembelajaran.

“Guru yang memiliki kompetensi sosial-emosional yang kuat akan lebih mampu memahami kebutuhan siswa, membangun hubungan yang harmonis, serta menciptakan dinamika kelas yang kondusif,” ujar Iwan.

Ia juga menambahkan bahwa kompetensi sosial emosional guru memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mindful, meaningful, dan joyful.

“Saya berharap, melalui seminar ini, akan lahir gagasan-gagasan baru, strategi inovatif, dan praktik terbaik yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan kita,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Atip Latipulhayat, dalam paparannya menjelaskan bahwa pendidikan merupakan landasan utama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menekankan bahwa pendidikan bermutu hanya dapat dicapai jika pendidik memiliki kualitas yang mumpuni. Ia menjelaskan bahwa deep learning memiliki tiga elemen utama yang menjadi pondasi dalam menciptakan proses belajar yang lebih efektif, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyfull learning.

“Mindful learning merupakan pendekatan yang menekankan pentingnya kesadaran penuh terhadap keadaan siswa, proses pada pembelajaran memperhatikan pikiran dan emosi saat belajar serta mengurangi gangguan eksternal. Ada kedalaman dalam pendekatan belajar, jadi tidak sekedarnya saja,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan kedua, yaitu dengan metode meaningful learning, sebuah pembelajaran yang bermakna yang tidak hanya mengutamakan penguasaan materi secara mekanis, namun lebih kepada bagaimana siswa dapat menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Proses ini mendorong siswa untuk menemukan relevansi dari materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat lebih mudah memahami dan mengaplikasikan apa yang telah dipelajari.

“Ini kebermaknaan belajar yang menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata, menemukan relevansi tujuan belajar serta membangun pemahaman yang mendalam, jadi mendekati pada ketuntasan,” katanya.

Pendekatan selanjutnya, yaitu joyfull learning yang menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, penuh rasa ingin tahu, dan memberi kepuasan. Dalam pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya dilihat sebagai tugas, tetapi sebagai pengalaman yang menyenangkan dan memotivasi.

“Siswa yang belajar dengan penuh kegembiraan cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi yang dipelajari,”jelasnya

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Joko Wiyono mengatakan seminar ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk mendalami peran kompetensi sosial emosional guru dalam mendukung era pembelajaran berbasis deep learning.(Widoyo)

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Rp.3,6 M lebih Dana Desa Thn 2023 sd 2025 Diterima Desa Casem Baru Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang, Masyarakat Duga Dikorupsi

Rp.2,2 M lebih Dana Desa Thn 2023 sd 2025 Diterima Desa Sangkup Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan, Diduga Dikorupsi Kades

Juli 17, 2025
NPCI Banyumas Kirimkan 3 Atletnya Ikuti PPJAP

NPCI Banyumas Kirimkan 3 Atletnya Ikuti PPJAP

Juni 19, 2025
Wakil Bupati Solok Hadiri Lomba Kelompok Tani Senagari Sumani

Wakil Bupati Solok Hadiri Lomba Kelompok Tani Senagari Sumani

Juni 19, 2025
Polres Purbalingga Ungkap Kasus Pencurian di SPBU Karangduren Bobotsari

Polres Purbalingga Ungkap Kasus Pencurian di SPBU Karangduren Bobotsari

Juni 19, 2025

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.