Selasa, Mei 19, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Uncategorized

RS.Wijayakusuma Puwokerto Jadikan Layanan VCT RSUD Banyumas Sebagai Role Model

media sinar pagi group by media sinar pagi group
September 22, 2022
in Uncategorized
0
RS.Wijayakusuma Puwokerto Jadikan Layanan VCT RSUD Banyumas Sebagai Role Model
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banyumas | mediasinarpagigroup.com – Sekarang ini penderita HIV/AIDS yang ada di Indonesia masih banyak dan terus meningkat. Penyebaran infeksi HIV/AIDS bukan tidak bisa dicegah, namun banyak faktor yang bisa menjadi penyebab semakin bertambahnya orang yang terinfeksi HIV/AIDS.

Sebagai salah satu institusi layanan kesehatan milik pemerintah Kabupaten Banyumas, RSUD Banyumas memiliki layanan bagi orang yang telah terinfeksi HIV/AIDS untuk berobat maupun yang ingin berkonsultasi tentang keadaanya dirinya.

RELATED POSTS

Rp.2,2 M lebih Dana Desa Thn 2023 sd 2025 Diterima Desa Sangkup Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan, Diduga Dikorupsi Kades

NPCI Banyumas Kirimkan 3 Atletnya Ikuti PPJAP

Layanan dimaksud adalah Layanan Voluntary Counselling and Testing (VCT) yang bisa juga diartikan sebagai Konseling dan Tes Sukarela (KTS).

Telah berjalan baiknya layanan ini, dinilai oleh positif oleh Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto atau yang lebih familiar disebuat sebagai RS DKT Purwokerto sehingga pada Kamis (22/9/2022) Tim Layanan VCT RS Wijaya Kusuma Purwokerto mengadakan Studi Banding terkait layanan tersebut di RSUD Banyumas.

Pimpinan tim layanan VCT RS Wijaya Kusuma Purwokerto, dr. Asfarul Anam, dalam wawancaranya mengatakan bahwa layanan VCT di RSUD Banyumas adalah salah satu yang terbaik sehingga dilakukan  studi banding guna peningkatan mutu akreditasi yang akan dilaksanakan pada waktu dekat.

“Kita butuh role model rumah sakit yang telah menjalankan VCT, PITC (Provider Initiated Testing and Counselling) dan salah satu yang terbaik di daerah Banyumas adalah RSUD Banyumas” katanya.

Lebih lanjut dr. Anam menyampaikan bahwa layanan VCT yang ada di RS Wijaya Kusuma Purwokerto masih bergabung dengan layanan TB, sedangkan di RSUD Banyumas sudah mandiri.

“Di sini sudah ada poli rawat jalannya, konselor yang lengkap dan sudah terintegrasi dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) seperti saraf, kulit atau anak” jelasnya sehingga menjadi tujuan untuk kegiatan studi banding kali ini.

Tim Layanan VCT RS Wijaya Kusuma yang terdiri dari bagian IT, Obsgyn, Paru, Farmasi dan Anak ini diterima di Aula Komite Medis oleh Wakil Direktur Umum RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG, M.Si.Med., didampingi oleh jajaran manajemen terkait serta Tim Layanan VCT RSUD Banyumas

Setelah menerima paparan materi, Tim Layanan VCT RS Wijaya Kususma Purwokerto melakukan kunjungan langsung ke ruang pelayanan VCT RSUD Banyumas yang berada di lantai III Gedung Rawat Jalan.

Dokter VCT RSUD Banyumas, dr. Yuliana Sari, dalam wawancaranya mengatakan bahwa layanan VCT di RSUD Banyumas sudah ada sejak tahun 2005 dengan nama klinik Bunga Harapan.

“Sejauh ini kami memiliki beberapa layanan yang pertama layanan KTHIV (Konseling Test HIV) yang terdiri dari 2 yaitu konseling test sukarela dan konseling test inisiasi petugas” jelasnya.

Terkait layanan lain yang dilakukan adalah layanan perawatan dukungan dan pengobatan HIV, layanan kolaborasi TB HIV, pemberian terapi pencegahan TBC pada pasien HIV dan program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak.

Dia mengatakan bahwa pasien yang dirawat tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Banyumas saja.

“Pasien berasal dari kabupaten lain seperti Cilacap, Purbalingga, Kebumen dan Banjarnegara dengan total pasien yang pernah cek 9 ribuan dan pasien rutin berobat sudah ratusan orang” katanya.

Dia berharap agar dengan layanan HIV yang semakin baik maka program nasional penurunan angka penularan HIV bisa menjadi triple zero pada tahun 2030.

“Zero infeksi baru, Zero deskriminasi, Zero kematian karena HIV dan AIDS” pungkasnya.(Widoyo)

 

ShareTweetSendShareScan
media sinar pagi group

media sinar pagi group

Related Posts

Rp.3,6 M lebih Dana Desa Thn 2023 sd 2025 Diterima Desa Casem Baru Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang, Masyarakat Duga Dikorupsi

Rp.2,2 M lebih Dana Desa Thn 2023 sd 2025 Diterima Desa Sangkup Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan, Diduga Dikorupsi Kades

Juli 17, 2025
NPCI Banyumas Kirimkan 3 Atletnya Ikuti PPJAP

NPCI Banyumas Kirimkan 3 Atletnya Ikuti PPJAP

Juni 19, 2025
Wakil Bupati Solok Hadiri Lomba Kelompok Tani Senagari Sumani

Wakil Bupati Solok Hadiri Lomba Kelompok Tani Senagari Sumani

Juni 19, 2025
Polres Purbalingga Ungkap Kasus Pencurian di SPBU Karangduren Bobotsari

Polres Purbalingga Ungkap Kasus Pencurian di SPBU Karangduren Bobotsari

Juni 19, 2025

CATEGORIES

  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Uncategorized
mediasinarpagigroup.com

  • Pedoman Media Siber
  • REDAKSI

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Daerah
  • Investigasi
  • Luar Negeri
  • News

Copyright © 2021 MEDIASINARPAGIGROUP.COM. All Rights Reserved.